Jakarta

Diplomasi Buntu Kesekian Kali, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Iran

Aisya Nur Aziza | 1 Mei 2026, 21:27 WIB
Diplomasi Buntu Kesekian Kali, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Iran
Trump tolak tawaran damai dengan Iran

AKURAT JAKARTA - Harapan dunia untuk melihat berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di titik yang sangat genting.

Pasalnya, pada Jumat (1/5), Iran mengirimkan sebuah "proposal baru" berisi tawaran perdamaian kepada tim penengah (mediator) di Pakistan.

Langkah ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump menolak mentah-mentah tawaran damai yang diajukan Iran sebelumnya.

Proposal revisi ini merupakan upaya terakhir Teheran untuk melihat apakah ada celah kesepakatan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak sebelum situasi kembali memanas menjadi perang terbuka.

Baca Juga: Terus Diancam Trump Soal Blokade Laut, Iran: Perpanjang Saja 30 Hari

Saling Gertak dan Syarat Berat

Meski tim penengah di Islamabad merasa kesepakatan sudah sangat dekat, suasana di media sosial justru berbicara sebaliknya.

Presiden Trump lewat akun Truth Social-nya mengunggah pesan keras bertajuk "No More Mr. Nice Guy" sambil menegaskan bahwa ia tidak akan pernah menandatangani perjanjian damai selama Iran masih bersikeras mempertahankan program senjata nuklirnya.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, juga tidak mau kalah.

Lewat pesan tertulis, ia menyatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan pihak asing mengatur pertahanan mereka dan akan tetap melindungi teknologi nuklir serta rudal nasionalnya.

Baca Juga: Trump Beri Isyarat Blokade Laut Iran Berlanjut Berbulan-bulan, Harga Minyak Dunia Kian Tak Terkendali

Apa yang Sebenarnya Dinegosiasikan?

=====

Proposal yang sedang mondar-mandir antara Washington dan Teheran ini berisi poin-poin utama seperti:

  • Penghentian Perang

  • Nasib nuklir, dimana AS meminta Iran membuang senjata nuklirnya, sementara Iran mengaku hanya menggunakannya untuk tujuan damai.

  • Blokade Ekonomi, Iran ingin AS membuka blokade laut agar mereka bisa kembali menjual minyak dan memperbaiki ekonomi.

Saat ini, kedua belah pihak sedang dalam posisi "siap tempur" jika negosiasi di Pakistan ini gagal mencapai kata sepakat.

Strategi Iran saat ini diduga sengaja mengulur waktu melalui berbagai tawaran proposal kecil untuk melihat apakah Trump akan melunak akibat tekanan harga bensin yang terus melonjak di Amerika. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.