Spanyol Terancam Didepak dari NATO Gara-gara Tak Sejalan dengan Kebijakan AS

AKURAT JAKARTA – NATO kini berada dalam krisis internal paling serius sepanjang sejarah.
Laporan terbaru dari Reuters mengungkap manuver mengejutkan dari Pentagon yang tengah menyusun rencana hukuman bagi negara-negara sekutu yang dianggap "setengah hati" dalam mendukung Amerika Serikat melawan Iran.
Langkah ini menandai perubahan radikal dalam kebijakan luar negeri Washington di bawah Presiden Donald Trump.
Yakni tidak ada lagi ruang untuk musyawarah, di mana Trump kini mengedepankan prinsip loyalitas total bagi setiap anggota aliansi.
Ancaman Depak Spanyol dari NATO
Salah satu poin paling radikal dalam dokumen internal Pentagon tersebut adalah opsi untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol dari NATO.
Madrid dianggap tidak kooperatif dan gagal menunjukkan dukungan penuh terhadap operasi militer AS di Timur Tengah.
Jika ancaman ini direalisasikan, Spanyol akan kehilangan akses ke komando militer gabungan yang dinilai akan menciptakan preseden buruk, di mana sebuah negara bisa dikucilkan dari aliansi hanya karena memiliki perbedaan pandangan politik luar negeri.
Kritik terhadap Israel Jadi 'Garis Merah'
Selain soal keterlibatan perang, laporan ini menyoroti keinginan kuat Trump untuk memberikan konsekuensi berat bagi negara-negara yang berani mengkritik kebijakan Israel.
Bagi Washington, kritik terhadap Israel di tengah eskalasi konflik regional saat ini dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap nilai-nilai strategis Amerika Serikat.
Daftar hukuman yang disiapkan Pentagon tidak main-main.
Dokumen tersebut menggariskan opsi-opsi tekanan yang tidak lazim, mulai dari sanksi diplomatik hingga pengurangan bantuan strategis bagi negara-negara yang dianggap "sulit" atau tidak sejalan dengan agenda Gedung Putih.
Gelombang Kekhawatiran di Eropa
Rencana ini memicu gelombang kecemasan besar di markas besar NATO di Brussels.
Para pemimpin Eropa khawatir fondasi kepercayaan yang telah dibangun selama puluhan tahun akan runtuh.
Prinsip "satu untuk semua, semua untuk satu" yang menjadi dasar NATO kini tampak bergeser menjadi "ikuti instruksi AS atau hadapi konsekuensi".
Keputusan ini pun menciptakan celah baru yang bisa dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Barat untuk memecah belah solidaritas internasional. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






