Donald Trump 'Mimpi' Bakal Damai, Menlu Iran: Kami Tak Pernah Minta Gencatan Senjata

AKURAT JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Teheran sedang mengupayakan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.
Araghchi menyatakan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi yang stabil dan tidak memiliki ketertarikan untuk membuka meja perundingan dengan Washington.
Dalam wawancara eksklusif pada program "Face The Nation" di kanal CBS, Minggu (15/3/2026), Araghchi menegaskan bahwa sikap Iran adalah bentuk pertahanan diri terhadap agresi yang diluncurkan oleh pihak AS.
Baca Juga: Geger Video Anomali Enam Jari, Benarkah Netanyhu Tewas Dirudal Iran?
Baca Juga: Iran Bersumpah Buru Netanyahu: Kami Akan Terus Mengejar dan Membunuhnya
Menepis Klaim Donald Trump
Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap ucapan Donald Trump sehari sebelumnya.
Trump mengeklaim bahwa Iran menginginkan sebuah kesepakatan, namun ia mengaku belum siap menerima syarat-syarat yang diajukan pihak lawan.
"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi," tegas Araghchi sebagaimana dilansir dari AFP.
"Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya membela rakyat kami. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, terlebih mereka memutuskan untuk menyerang kami saat komunikasi masih berjalan," lanjutnya.
Araghchi juga menambahkan bahwa sejarah hubungan diplomatik kedua pihak tidak memberikan preseden yang baik.
"Tidak ada pengalaman baik berbicara dengan Amerika," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







