NATO Pilih Sejalan dengan Strategi Agresif AS untuk Serang Iran, Kenapa?

AKURAT JAKARTA -Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah militer Amerika Serikat terkait konflik dengan Iran.
Dalam sebuah langkah diplomasi yang krusial, Rutte menegaskan bahwa negara-negara Eropa akan tetap solid meski di tengah tekanan retorika yang tajam dari Washington.
Berbicara dalam program "Face the Nation" di CBS, Rutte menekankan pentingnya persatuan aliansi di tengah situasi yang memanas di Teheran.
"Apa yang saya tahu adalah kita selalu bersatu," ujar Rutte sebagaimana dikutip dari Politico, Senin (23/3/2026).
Menepis Tuduhan "Harimau Kertas"
Dukungan Rutte ini muncul sebagai respons atas kritik pedas Donald Trump di media sosial Truth Social.
Trump sebelumnya menuding NATO sebagai "harimau kertas" karena dinilai enggan terlibat aktif dalam mengamankan Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi pemicu lonjakan harga energi global.
Trump bahkan menyebut beberapa anggota aliansi sebagai "pengecut" karena mengeluhkan harga minyak tinggi namun tidak mau membantu operasi militer yang menurutnya berisiko rendah.
Menanggapi hal tersebut, Rutte justru memberikan pembelaan terhadap pendekatan keras Trump.
"Dia melakukan ini untuk membuat seluruh dunia aman," tegasnya.
Lebih lanjut, Rutte memperingatkan risiko diplomasi yang terlalu berlarut-larut.
Ia membandingkan krisis Iran dengan kegagalan negosiasi jangka panjang terhadap Korea Utara yang akhirnya berhasil memiliki kemampuan nuklir.
Menurut Rutte, Iran yang bersenjata nuklir merupakan ancaman langsung tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi stabilitas Eropa dan keamanan global secara keseluruhan.
Posisi tegas Rutte ini menandakan pergeseran dinamika di dalam NATO, di mana kepemimpinan pusat aliansi mulai menyelaraskan ritme dengan kebijakan luar negeri "agresif" Washington guna meredam ambisi nuklir Teheran. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






