Jakarta

Negosiasi Macet, Iran Rayu China Jadi Mediator Perang

Aisya Nur Aziza | 29 April 2026, 06:30 WIB
Negosiasi Macet, Iran Rayu China Jadi Mediator Perang
China dilirik Iran jadi mediator perang

AKURAT JAKARTA - Di tengah kebuntuan upaya damai dengan AS, Pemerintah Teheran mulai melirik China untuk mengambil alih peran mediator.

Keseriusan pemerintah Teheran ini bahkan menawarkan skenario yang amat menguntungkan.

Mohamed Amersi, seorang pengusaha yang memiliki hubungan dekat dengan para negosiator Iran.

Mengungkapkan bahwa Teheran menaruh harapan besar agar Beijing bersedia mengambil alih cadangan uranium milik Iran yang telah diperkaya tinggi.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu Mundur! Rahasia Kanker Prostat Terbongkar di Tengah Konflik Iran

Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi jaminan dunia internasional bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir, sekaligus menjadi jalan keluar bagi kebuntuan diplomatik yang terjadi.

Adapun dipilihnya China sebagai sekutu ekonomi Iran sekaligus rival strategis AS membuat Beijing dianggap sebagai satu-satunya pihak yang mampu menengahi ego kedua negara.

Para pakar menilai, kesediaan China untuk menampung uranium Iran bisa menjadi kunci utama de-eskalasi yang akan dibahas secara mendalam dalam pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang direncanakan berlangsung pada Mei mendatang.

Meski demikian, langkah Beijing diprediksi akan sangat berhati-hati.

China kemungkinan besar tidak akan mengambil risiko yang dapat merusak hubungan dagang dan strategisnya dengan Washington, mengingat bagi Beijing, hubungan dengan AS tetap menjadi prioritas utama untuk menghindari konflik berskala besar. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.