Dokumen Pentagon Bocor, Spanyol Masuk Daftar Hitam AS Akibat Beda Pandangan Soal Iran

AKURAT JAKARTA – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutu NATO memasuki fase kritis.
Pentagon dilaporkan mulai mengkaji berbagai opsi tekanan terhadap negara-negara anggota yang dinilai tidak memberikan dukungan penuh dalam konflik Washington dengan Iran.
Laporan dari Reuters mengungkap bahwa salah satu fokus utama dalam pembahasan internal tersebut adalah mengevaluasi kembali posisi Spanyol di dalam aliansi.
Langkah ini mencerminkan kekecewaan mendalam pemerintahan Donald Trump terhadap sekutu yang dianggap menghambat strategi militer AS di Timur Tengah.
Ancaman Blokade Akses dan Izin Terbang
Berdasarkan dokumen internal yang bocor, AS tengah menyiapkan skenario respons bagi negara-negara yang menolak memberikan akses pangkalan militer, izin terbang, hingga dukungan operasional.
Kendala logistik ini dinilai menjadi penghambat utama bagi mobilitas pasukan AS yang membutuhkan respons cepat di kawasan Teluk.
Tidak hanya soal militer, Washington dikabarkan siap menggunakan leverage (daya tawar) geopolitik yang lebih luas.
Ini termasuk mengevaluasi ulang kebijakan AS terhadap kepentingan sensitif sekutu, seperti isu klaim teritorial, guna memaksa adanya keselarasan sikap di dalam aliansi.
Gejolak Domestik di Madrid
Posisi Spanyol menjadi semakin pelik karena adanya dinamika politik di dalam negeri.
Wacana mengenai status keanggotaan NATO kembali memanas di Madrid.
Partai kiri Podemos bahkan sempat mengajukan usulan referendum terkait posisi Spanyol di NATO, meskipun inisiatif tersebut akhirnya kandas di meja parlemen.
Sebagai informasi, Spanyol telah menjadi bagian dari NATO sejak 1982.
Meski selama ini Madrid merupakan mitra penting, mereka sering kali mengambil pendekatan yang lebih independen dalam isu-isu strategis tertentu yang mana sikap tersebut dipandang Washington sebagai bentuk ketidaksolidan.
Masa Depan Aliansi Pertahanan Barat
Laporan dari Politico memperkuat indikasi bahwa Presiden Donald Trump tidak ragu untuk mengambil langkah tegas terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingan Washington.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran drastis dalam tubuh NATO; dari blok pertahanan kolektif menjadi aliansi yang sangat dipengaruhi oleh loyalitas terhadap agenda AS.
Meskipun belum ada keputusan resmi yang dijatuhkan, potensi retakan dalam solidaritas NATO ini menjadi sinyal merah bagi stabilitas keamanan global.
Jika tekanan ini benar-benar dieksekusi, lanskap pertahanan Barat yang telah menjadi pilar utama perdamaian selama puluhan tahun terancam berubah secara permanen. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







