Legislator Golkar Dimaz Raditya Nilai Penghematan Subsidi Transportasi Bisa Perkuat Program Sekolah Swasta Gratis

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menilai pengurangan beban subsidi transportasi berpotensi membuka ruang fiskal bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat program-program prioritas, salah satunya sekolah swasta gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Hal itu disampaikan Dimaz saat menanggapi usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengenai penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.
Menurutnya, besarnya subsidi transportasi yang selama ini ditanggung APBD perlu dievaluasi, namun kebijakan kenaikan tarif tetap harus melalui kajian yang matang dan tidak membebani masyarakat.
Baca Juga: Liga Aspal Marak di Jakarta, Gubernur Pramono Akui Kebutuhan Ruang Bermain Anak Belum Terpenuhi
"Sehingga ini bisa menjadi solusi yang tadi saya bilang tadi karena angka subsidi ini kan semakin lama semakin besar. Dan ini menjadi beban APBD, sedangkan program-program lain masih banyak yang perlu didanai oleh APBD," ujar Dimaz di Gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan, salah satu program yang membutuhkan dukungan anggaran lebih besar ialah sekolah swasta gratis yang setiap tahun terus diperluas.
"Contohnya kayak sekolah gratis misalnya, itu kan tiap tahun kita tambah. Cuma selama ini APBD kita memang hampir besar itu untuk subsidi-subsidi, salah satunya subsidi transportasi," katanya.
Menurut Dimaz, apabila subsidi transportasi dapat ditekan melalui kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin alokasi anggaran untuk program pendidikan juga bisa ditingkatkan.
"Misalnya subsidi transportasi ini bisa berkurang, kan bukan tidak mungkin program-program unggulan seperti sekolah gratis ini ditingkatkan," katanya.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menjelaskan, perluasan program sekolah gratis diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu, khususnya siswa yang tidak berhasil masuk ke sekolah negeri melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
"Sehingga masyarakat DKI khususnya yang kurang mampu, apalagi yang korban dari program pemerintah yang apa tadi, PPDB ya, PPDB yang tidak bisa masuk negeri, yang kurang mampu itu bisa masuk swasta tanpa mengeluarkan biaya. Itu sih arahnya," ucap Dimaz. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






