Fraksi Golkar Desak Raperda Pangan Tak Sekadar Normatif, Minta Pengawasan dan Target Pengurangan Sisa Pangan Diperkuat

AKURAT JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menilai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan masih terlalu normatif dan belum menjawab kebutuhan pengawasan pangan yang kuat di tingkat daerah.
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menegaskan bahwa Jakarta membutuhkan regulasi yang operasional, tegas, dan dapat dieksekusi, bukan sekadar pengulangan aturan nasional.
Menurut Dimaz, dalam draf yang dibahas saat ini, ketentuan terkait keamanan pangan dan mekanisme sanksi hanya mengikuti peraturan yang lebih tinggi.
Padahal, katanya, Perda seharusnya memberikan nilai tambah dan memperkuat kapasitas daerah.
"Jakarta membutuhkan kewajiban inspeksi rutin dan mendadak di pasar, gudang, rumah potong, serta sentra distribusi," ujar Dimaz, beberapa waktu lalu.
"Selain itu harus ada sistem pelaporan lintas dinas yang terpadu, publikasi hasil pengawasan secara agregat, dan kewenangan penindakan administratif yang jelas," sambungnya.
Baca Juga: Puasa Nyaman Tanpa Heartburn: Tips Aman Mengelola GERD Selama Ramadhan
Ia menegaskan bahwa tanpa penguatan tersebut, Perda hanya akan menjadi deklarasi normatif tanpa dampak nyata terhadap keamanan pangan di Jakarta.
Selain aspek pengawasan, Dimaz juga menyoroti urgensi pengurangan food loss dan food waste di ibu kota.
Ia menyebut persoalan ini ironis, mengingat masih ada warga yang kesulitan mengakses pangan.
Fraksi Golkar menilai pengaturan sisa pangan tidak boleh hanya berbasis ajakan atau partisipatif.
Dimaz meminta adanya rencana aksi daerah yang wajib dijalankan, termasuk kemitraan formal dengan pelaku usaha, komunitas, dan lembaga sosial.
"Jakarta harus punya standar keamanan penyaluran pangan layak konsumsi, target penurunan sisa pangan yang terukur, dan evaluasi periodik. Ini isu lingkungan, sosial, dan pangan yang saling terkait, jadi harus ditangani sekaligus," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





