Jakarta

Legislator Golkar Basri Baco Soroti Lambatnya Revitalisasi Pasar Imbas Mandeknya Minat Investor

Yusuf Doank | 26 Februari 2026, 21:04 WIB
Legislator Golkar Basri Baco Soroti Lambatnya Revitalisasi Pasar Imbas Mandeknya Minat Investor
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Basri Baco

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, menyoroti lambatnya revitalisasi pasar-pasar di Jakarta akibat mandeknya minat investor.

Ia menilai Perumda Pasar Jaya tidak bisa terus bergantung pada skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dengan pihak ketiga karena terbukti belum menarik pasar.

Baco mengungkapkan bahwa sejumlah pasar prioritas membutuhkan revitalisasi segera,asa namun prosesnya terhambat karena model investasi yang ditawarkan tidak kunjung diminati.

"Konsep BOT yang dicoba ditawarkan Pasar Jaya masih belum menarik. Ada swasta yang mau, tapi jumlahnya sangat sedikit. Karena itu percepatan revitalisasi jadi tidak sesuai target," ujar Baco dalam Rapat Kerja Komisi B, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, Pasar Jaya telah membuka opsi untuk menggunakan Penyertaan Modal Daerah (PMD) guna mendorong pembangunan sejumlah pasar yang masuk kategori prioritas.

Namun upaya tersebut belum berjalan mulus karena belum ada investor yang bersedia masuk.

"Informasi terakhir yang saya dapat, Pasar Jaya sudah mempertimbangkan penggunaan PMD untuk beberapa pasar yang harus segera direvitalisasi, tapi sampai sekarang belum berhasil menemukan investor," kata Baco.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi pasar bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan sampah pasar, mendukung pedagang, dan menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan konsumen yang semakin modern.

Selain menyoroti investasi, Koordinator Komisi B itu juga meminta agar revitalisasi dipadukan dengan perbaikan sistem pengelolaan sampah di pasar-pasar yang baru direstrukturisasi.

Menurutnya, pembangunan pasar baru tanpa sistem pengelolaan sampah yang layak hanya akan memindahkan masalah.

"Pasar yang baru direvitalisasi harus diprioritaskan penanganan sampahnya. Bangunannya baru, pengelolaan sampahnya juga harus baru," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y