Jakarta

Legislator Golkar Farah Savira Soroti Penempatan UMKM di Jakarta Fair 2026, Minta Lokasi Booth Lebih Adil

Laode Akbar | 19 Juni 2026, 19:39 WIB
Legislator Golkar Farah Savira Soroti Penempatan UMKM di Jakarta Fair 2026, Minta Lokasi Booth Lebih Adil
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti penempatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam gelaran Jakarta Fair 2026 yang dinilai belum sepenuhnya memberikan ruang promosi yang setara bagi seluruh peserta.

Menurut Farah, polemik mengenai lokasi booth UMKM yang berada di area kurang strategis menjadi perhatian publik dalam penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini.

Ia menilai kondisi tersebut memunculkan diskusi di masyarakat terkait dukungan terhadap pelaku usaha kecil yang telah berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut.

Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Soroti Truk Sampah Tua ke RDF Rorotan, Minta Pemprov Gunakan Armada Kompaktor Khusus

"Memang menjadi sorotan. Ada yang sudah membayar, tetapi placement-nya di belakang. Itu yang kemudian menjadi bahan diskusi di masyarakat," kata Farah kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Farah mengatakan, promosi terhadap UMKM tidak seharusnya hanya menguntungkan peserta yang memiliki kemampuan membayar booth lebih besar. Menurut dia, pelaku usaha kecil juga perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjangkau pengunjung.

Ia mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu mempromosikan UMKM melalui media sosial. Namun, Farah berharap penyelenggara Jakarta Fair dapat melakukan evaluasi terhadap tata letak peserta agar lebih berkeadilan.

"Saya harap ke depan mulai ada rotasi space. Walaupun mereka bayarnya tidak sebesar yang lain, bagi UMKM biaya tersebut tetap sangat besar. Karena itu mereka juga perlu mendapatkan kesempatan ditempatkan di lokasi yang lebih strategis," tuturnya.

Selain penataan lokasi booth, Farah juga mendorong penyelenggara meningkatkan akses pengunjung menuju area UMKM.

Menurut dia, pengunjung perlu diberikan informasi dan arahan yang lebih jelas agar dapat menjangkau sentra-sentra UMKM yang berada di dalam area pameran.

"Harus ada upaya mengarahkan pengunjung ke area UMKM. Selain promosi, akses menuju lokasi mereka juga perlu diperkuat," katanya.

Farah menilai keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam Jakarta Fair karena sebagian besar pelaku usaha tersebut telah menjalankan aktivitas usahanya secara konsisten, baik saat penyelenggaraan pameran maupun di luar kegiatan tersebut.

Karena itu, ia meminta dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada penyediaan ruang berjualan semata. Farah juga mendorong adanya akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnis mereka.

"Saya harap ke depan mereka juga bisa mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemprov DKI Jakarta. Bank DKI bisa menjadi jembatan untuk membantu pembiayaan sehingga usaha mereka semakin berkembang," ucapnya.

Menurut Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu, penguatan akses permodalan dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk dan memperkuat identitas usaha masing-masing.

Dengan demikian, pelaku usaha lokal dapat lebih kompetitif dan memiliki daya tarik yang lebih kuat di tengah persaingan pasar.

"Kalau usaha mereka berkembang, kualitas produknya meningkat, tentu branding UMKM Jakarta juga akan semakin baik," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y