Jakarta

Legislator Golkar Judistira Soroti Truk Sampah Tua ke RDF Rorotan, Minta Pemprov Gunakan Armada Kompaktor Khusus

Laode Akbar | 19 Juni 2026, 08:46 WIB
Legislator Golkar Judistira Soroti Truk Sampah Tua ke RDF Rorotan, Minta Pemprov Gunakan Armada Kompaktor Khusus
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan saat meninjau RDF Rorotan, Jakarta Utara

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyoroti penggunaan armada pengangkut sampah menuju RDF Plant Rorotan yang dikeluhkan warga sekitar karena berpotensi menimbulkan bau dan kebocoran air lindi di jalan.

Hal itu disampaikan Judistira usai melakukan peninjauan ke RDF Rorotan, Jakarta Utara, bersama anggota Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta itu, persoalan armada menjadi salah satu catatan penting yang harus segera dibenahi agar operasional RDF dapat diterima masyarakat.

Baca Juga: Legislator Golkar Andri Santosa Soroti Program Pelatihan Tenaga Kerja Disnaker, Baru Jangkau 6,1 Persen Pengangguran

"Catatannya salah satunya juga armada pengangkut sampah yang dimintakan secara khusus oleh masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan bau, yaitu kompaktor yang khusus," ujar Judistira.

Ia menjelaskan, masyarakat di sekitar RDF Rorotan menaruh perhatian besar terhadap jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sampah ke fasilitas tersebut.

Warga, kata dia, tidak menginginkan truk-truk tua atau uzur yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan selama perjalanan.

Menurut Judistira, persoalan tersebut bahkan menjadi salah satu syarat yang disampaikan warga ketika memberikan dukungan terhadap pembangunan RDF Rorotan beberapa waktu lalu.

"Memang masyarakat agak keras ketika yang datang itu truk-truk yang sudah uzur. Air lindinya menetes di jalanan dan lain-lain, sehingga itu betul-betul mereka mintakan," tuturnya.

Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta perlu memastikan armada yang beroperasi menuju RDF Rorotan menggunakan kendaraan kompaktor khusus yang tertutup dan tidak menimbulkan bau menyengat maupun kebocoran air lindi.

Menurutnya, jaminan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan operasional fasilitas pengolahan sampah berjalan tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.

"Kita perlu pastikan dan jaminkan kepada masyarakat bahwa yang akan masuk ke sini memang kompaktor yang khusus, yang tidak menimbulkan bau dan sebagainya," tukasnya.

Selain persoalan armada, Pansus juga mencatat masih adanya hambatan lain berupa akses jalan menuju RDF Rorotan yang dinilai belum memadai.

DPRD berencana mendorong perbaikan infrastruktur tersebut melalui koordinasi dengan Dinas Bina Marga agar distribusi sampah ke RDF dapat berjalan lebih lancar. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y