Gelar Reses ke-2 Masa Sidang II, Legislator Golkar Judistira Soroti Tumpukan Sampah Jakarta di TPST Bantargebang

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menggelar kegiatan Reses ke-2 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 Tahun Anggaran 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Judistira menegaskan perlunya terobosan serius untuk mengurangi beban penampungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Di mana, saat ini TPST tersebut sudah tidak mampu lagi menampung kiriman sampah dari DKI Jakarta.
Ia menyebut volume sampah Jakarta mencapai 7.800 ton per hari dan telah sepenuhnya bergantung pada tempat pembuangan di Bekasi.
"Sampah di DKI Jakarta ini jumlahnya kurang lebih 7.800 ton per harinya. Nah, sampah ini dikirimkan ke Bantargebang, Bekasi. Hari ini sudah tidak bisa lagi menampung sampah dari Jakarta," ujar Judistira kepada warga.
Dengan itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta melakukan terobosan untuk mengatasi persoalan sampah tersebut melalui Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.
Baca Juga: Gelar Reses Ke-2 Masa Sidang II, Legislator Golkar Andri Santosa Janji Kawal Aspirasi Warga Dapil
"Nah, dengan demikian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga DPRD DKI Jakarta mengambil satu langkah terobosan untuk kita mengurangi beban yang ada di Bantargebang, yaitu RDF yang di Rorotan," tukas Anggota Komisi D itu.
Sebagai informasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan bahwa Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara kembali beroperasi dengan skema bertahap.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan seluruh proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut dikawal ketat, menyusul kekhawatiran warga terkait potensi bau dan pencemaran lingkungan.
Asep menyampaikan bahwa RDF Rorotan saat ini belum berjalan penuh. Operasional berlangsung lima hari dalam sepekan dengan dua shift kerja, sementara Sabtu dan Minggu digunakan khusus untuk pembersihan serta penataan area.
"Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari," ujar Asep dalam keterangannya, Senin (2/2/2026). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






