Legislator Golkar Ramly HI Soroti Layanan Cek Kesehatan di Jakarta, Nilai Kalah Saing dengan Tangsel

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menyoroti terhadap kinerja layanan kesehatan Jakarta setelah membandingkannya dengan program kesehatan di Tangerang Selatan.
Menurutnya, Tangsel kini justru lebih unggul dalam pelayanan tes kesehatan dasar yang seharusnya bisa diberikan secara luas di Jakarta.
Dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan, Ramly mengatakan bahwa Tangsel telah mampu menyediakan layanan tes gula darah, kolesterol, hingga asam urat bagi seluruh warganya.
Baca Juga: Safari Ramadan di Golkar Jakarta Barat, Ketua DPD Zaki Iskandar Ingatkan Kader Aktif di Masyarakat
Sementara di Jakarta, kebutuhan alat pemeriksaan dasar itu justru kerap dikeluhkan anggota dewan dan warga.
"Tangsel sekarang meng-cover warganya satu per satu untuk tes kesehatan. Sementara kita, kolesterol saja alatnya sering kurang. Padahal dulu mereka belajar dari DKI Jakarta," tegas Ramly.
Ia menambahkan, dalam berbagai kegiatan reses, banyak anggota DPRD mengeluhkan minimnya alat tes kesehatan di lapangan.
Menurutnya, kebutuhan tersebut justru tidak pernah muncul dalam penyusunan program kesehatan karena tidak terserap dari tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Anggota Komisi E itu mengungkapkan, di beberapa wilayah Jakarta, alat tes kolesterol yang tersedia hanya sekitar 10 unit, sementara gula darah pun terbatas.
Kondisi itu jauh tertinggal dari Tangsel yang mampu melakukan pengetesan massal bagi warganya.
"Ini yang harusnya jadi perhatian. Kalau daerah lain bisa memberikan pelayanan sampai ke warga satu per satu, masa Jakarta yang anggarannya ratusan triliun tidak bisa?" ujarnya.
Ramly kemudian meminta Dinas Kesehatan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI agar memastikan kebutuhan alat tes kesehatan dimasukkan melalui proses perencanaan daerah sejak tingkat kelurahan dan kecamatan, agar tidak lagi terhambat saat pembahasan anggaran.
"Kita harus mulai dari bawah. Masukkan dari Musrenbang, anggarkan dari awal. Jangan sampai Jakarta tertinggal dari daerah yang dulu belajar dari kita," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





