Tak Bisa Tunggu PLTSa Rampung, Legislator Golkar Judistira Minta RDF dan TPS 3R Dimaksimalkan

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menilai pengelolaan sampah di ibu kota tidak bisa menunggu hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PLTSa) terealisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Karena itu, berbagai fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada saat ini diminta untuk dimaksimalkan.
Hal itu disampaikan Judistira usai melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta itu, rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan energi listrik di sejumlah titik Jakarta masih membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.
Selama masa transisi tersebut, Pemprov DKI harus mengoptimalkan seluruh instrumen pengelolaan sampah yang tersedia.
"Kita tahu tiga tahun ke depan baru nanti fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan energi listrik itu berjalan. Tapi tiga tahun ke depan ini kita mau kerja apa? Nah, sehingga ada beberapa instrumen yang akan kita maksimalkan," kata Judistira.
Ia menyebut RDF Rorotan menjadi salah satu fasilitas yang harus segera dioptimalkan untuk mengurangi volume sampah yang selama ini dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Selain RDF Rorotan, fasilitas RDF di Bantargebang juga dinilai perlu dimaksimalkan kapasitas operasionalnya.
Tak hanya itu, Judistira menyoroti peran Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Menurut Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu, keberadaan sekitar 61 TPS 3R di DKI Jakarta harus dioptimalkan agar mampu menyerap lebih banyak sampah dari masyarakat sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir.
"Yang pertama tentu RDF ini, kemudian RDF yang ada di Bantargebang. Kemudian ada UPK Badan Air, dan juga TPS-TPS 3R yang jumlahnya kurang lebih 61 di seluruh DKI Jakarta ini kita maksimalkan menyerap sampah dari masyarakat," tukasnya.
Sebelumnya, Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta melakukan peninjauan ke RDF Rorotan untuk melihat langsung kesiapan fasilitas tersebut.
Dalam kunjungan itu, Pansus menemukan sejumlah kendala yang masih menghambat optimalisasi operasional RDF, terutama terkait akses infrastruktur menuju lokasi dan armada pengangkut sampah.
Meski demikian, Judistira menegaskan fasilitas RDF Rorotan secara teknis dinilai siap beroperasi. Fasilitas tersebut memiliki tiga lini pengolahan dengan kapasitas total mencapai 2.400 ton sampah per hari.
DPRD berharap berbagai hambatan yang ada dapat segera diatasi sehingga RDF Rorotan dapat beroperasi maksimal dan membantu mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantargebang dalam pengelolaan sampah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 2Prediksi Skor Qatar vs Swiss di Piala Dunia, 14 Juni 2026: Ujian Berat The Maroons Hadapi Tim Kuda Hitam Eropa
- 3Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 4Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 5Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia, 15 Juni 2026: Die Mannschaft Incar Kemenangan Besar
- 6Prediksi Skor Kolombia vs Yordania, 8 Juni 2026: Los Cafeteros Ingin Tutup Persiapan dengan Kemenangan
- 7Prediksi Skor Maroko vs Norwegia, 8 Juni 2026: Adu Ketajaman Singa Atlas dan Landslaget
- 8Ramai Istilah 'Sell Indonesia' di Media Asing, Apa Maksudnya?
- 9Kemenag DKI Gelar Nikah Massal Gratis 2026, Dapat Bantuan Modal Usaha! Ini Syarat dan Cara Daftarnya
- 10Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation







