Harga Cabai Turun Saat Ramadhan, Legislator Golkar Andri Santosa Ingatkan Jangan Sampai Kecolongan Saat Lebaran

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, memberikan tanggapan strategis terkait tren penurunan harga komoditas cabai di Jakarta yang turun di bulan suci Ramadhan 2026.
Berdasarkan data situs resmi pangan.jakarta.co.id, harga cabai merah keriting dan besar menunjukkan tren penurunan di kisaran Rp 1.600 hingga Rp 4.200 per kilogram.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut penurunan ini terjadi tanpa intervensi pasar dari Pemprov DKI.
Andri mengapresiasi kondisi tersebut. Namun ia memberikan catatan kritis agar Pemprov DKI Jakarta tetap dalam posisi waspada.
"Kami di Fraksi Golkar tentu menyambut baik laporan mengenai tren penurunan harga cabai di pasar-pasar Jakarta. Ini adalah kabar baik bagi dompet warga ibu kota di bulan puasa," ujar Andri kepada Akurat Jakarta, Senin (23/2/2026).
"Kondisi ini menunjukkan bahwa rantai pasok dari daerah penyangga saat ini sedang dalam kondisi yang cukup stabil," imbuhnya.
Meski harga melandai secara organik, Andri mengingatkan Pemprov DKI agar tidak terlena oleh faktor kebetulan atau fluktuasi pasar sesaat.
"Saya ingin mengingatkan agar Pemprov jangan sampai terlena. Penurunan tanpa intervensi bisa berarti pasokan melimpah, tapi kita harus pastikan stabilitas ini bersifat berkelanjutan (sustainable)," tukasnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu menekankan bahwa lonjakan permintaan biasanya terjadi justru saat mendekati hari H Lebaran.
"Ramadhan dan Idul Fitri selalu identik dengan lonjakan permintaan, jangan sampai kita kecolongan saat puncak hari besar nanti," tegas Andri.
Harga cabai yang sempat melonjak jelang Ramadhan, justru menunjukkan tren penurunan memasuki pekan pertama Ramadhan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





