Jakarta

Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel Baru, Legislator Golkar Farah Savira Minta Tetapkan Target Cepat Atasi Kemacetan dan Banjir

Laode Akbar | 4 Juni 2026, 20:35 WIB
Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel Baru, Legislator Golkar Farah Savira Minta Tetapkan Target Cepat Atasi Kemacetan dan Banjir
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, meminta Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan yang baru, Syafrin Liputo, untuk segera menetapkan target kinerja yang terukur dalam menangani sejumlah persoalan di wilayah Jakarta Selatan, terutama kemacetan dan banjir.

Farah menyampaikan harapannya agar berbagai prioritas yang telah disampaikan Syafrin dapat direalisasikan secara konkret dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Tentu yang pertama-tama kami mengucapkan selamat bertugas kepada Bapak Syafrin Liputo selaku Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan yang baru. Semoga di periode beliau ini, empat prioritas yang beliau sudah sampaikan bisa betul-betul tereksekusi dengan baik," ujar Farah kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: Ketua Golkar DKI Ahmed Zaki Sebut Ancaman Terhadap Pancasila Jadi Tantangan Terbesar Indonesia

Menurutnya, penyusunan indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) harus diselaraskan dengan visi besar pembangunan sekaligus mempertimbangkan program-program yang dapat direalisasikan dalam waktu lebih cepat.

Farah menilai persoalan kemacetan dan banjir masih menjadi pekerjaan rumah utama di Jakarta Selatan.

Ia mengatakan, saat ini muncul berbagai titik baru yang menjadi sumber kepadatan lalu lintas dan genangan air sehingga membutuhkan penanganan yang lebih spesifik.

"Nah ini juga harus Pak Syafrin betul-betul tahu mapping atau pemetaan isunya di mana," katanya.

Ia menambahkan, pemetaan persoalan yang rinci akan mempermudah pemerintah kota menentukan langkah penanganan, mulai dari penataan kawasan, rekayasa lalu lintas, hingga penguatan koordinasi dengan instansi terkait.

Farah juga menyoroti pentingnya koordinasi terkait proyek galian dan penutupan jalan yang kerap menimbulkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

Menurutnya, informasi kepada warga perlu disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat mengantisipasi pengalihan arus.

"Koordinasi terkait galian maupun penutupan jalan harus lebih kuat lagi sehingga warga tahu sebelum kejadian bahwa memang jalan-jalan tersebut sedang ada perbaikan atau membutuhkan pengalihan arus," ujarnya.

Terkait banjir, Farah menilai persoalan yang terjadi saat ini tidak hanya berkaitan dengan genangan air, tetapi juga pola aliran air yang perlu ditinjau ulang secara menyeluruh.

Ia berharap pengalaman Syafrin yang sebelumnya berkiprah di sektor transportasi tingkat provinsi dapat menjadi modal untuk mempercepat koordinasi lintas dinas dan pelaksanaan program di lapangan.

"Dengan pengalaman beliau yang lebih lama di tingkat provinsi, harus bisa lebih taktis dan mampu merealisasikan program-program yang dibutuhkan masyarakat," tukasnya.

Diketahui, Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menetapkan empat program prioritas yang akan menjadi fokus dalam 100 hari kerja pertamanya setelah resmi menjabat.

Empat program tersebut meliputi penataan kawasan dan lingkungan, pengendalian banjir, penataan lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penanganan kemacetan di sejumlah titik wilayah Jakarta Selatan.

Syafrin mengatakan, pihaknya akan berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, terutama terkait penataan kawasan dan lingkungan.

"Tentu, dalam 100 hari ke depan saya akan terus berupaya menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Salah satunya penataan kawasan dan lingkungan," ujarnya, Selasa (2/6/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y