Jakarta

Legislator Golkar Judistira: Teknologi Canggih Tak Akan Efektif Tanpa Pemilahan Sampah dari Rumah

Laode Akbar | 28 Mei 2026, 22:46 WIB
Legislator Golkar Judistira: Teknologi Canggih Tak Akan Efektif Tanpa Pemilahan Sampah dari Rumah
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan menegaskan, penyelesaian persoalan sampah di Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir.

Hal itu disampaikan Judistira usai menghadiri penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Sampah yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah dari sumber menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di ibu kota.

Baca Juga: Fraksi Golkar DKI Soroti Keterbatasan SDM dalam Pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan

Judistira menyoroti volume sampah Jakarta yang kini mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Besarnya timbulan sampah itu, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat lingkungan terkecil.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mendorong pemanfaatan teknologi waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, menurutnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan perilaku masyarakat.

"Apa pun teknologinya, semahal apa pun, kalau tidak ada dukungan dari kita semua, termasuk masyarakat, bahwa sampah itu perlu dipilah dari rumah atau dari sumber, nah itu perlu dukungan dari kita semua," kata Judistira.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta itu menilai gerakan pemilahan sampah dari rumah harus diperkuat secara masif hingga tingkat RW.

Sebab, pengurangan volume sampah sejak dari sumber dinilai akan sangat membantu efektivitas pengolahan di tahap selanjutnya.

Karena itu, Judistira memastikan DPRD DKI Jakarta akan terus mengawal kebijakan pengelolaan sampah agar sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber.

Menurut dia, persoalan sampah di Jakarta merupakan tanggung jawab kolektif yang harus diselesaikan bersama.

"Karena ini kerja semua, dari seluruh yang ada di DKI Jakarta, baik pemerintah maupun masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike turut mendorong percepatan penanganan sampah di sektor hulu dan menengah secara menyeluruh.

Menurut Yuke, pembangunan fasilitas PSEL membutuhkan waktu hingga tiga tahun. Karena itu, penanganan di tingkat hulu dan menengah perlu diperkuat sejak sekarang melalui sosialisasi, penyediaan sarana-prasarana, hingga optimalisasi fasilitas pengolahan sampah seperti TPS 3R, TPST, RDF, dan biogas.

"Jadi harus lebih dalam lagi bagaimana kita membantu menyelesaikan dari hulu sama dari menengahnya nih," ujar Yuke.

Politikus PDIP itu juga berharap pemerintah pusat memiliki komitmen penuh dan timeline yang jelas agar penanganan sampah di Jakarta berjalan lebih progresif dibanding sebelumnya.

"Kita ingin semua pihak banyak membantu menangani masalah sampah di Jakarta itu bisa selesai. Paling tidak ada progres," tegas Yuke. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y