Jakarta

Legislator Golkar Dimaz Raditya Nilai Kenaikan Tarif Transjakarta Belum Tepat, Minta Pertimbangkan Kondisi Ekonomi

Laode Akbar | 28 Mei 2026, 21:46 WIB
Legislator Golkar Dimaz Raditya Nilai Kenaikan Tarif Transjakarta Belum Tepat, Minta Pertimbangkan Kondisi Ekonomi
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menilai rencana kenaikan tarif Transjakarta masih perlu dikaji secara mendalam mengingat kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

Menurutnya, kenaikan tarif belum menjadi langkah yang tepat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan warga.

Hal tersebut disampaikan Dimaz usai Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD), Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono Tekankan Perda Pembangunan Keluarga Jadi Fondasi Mencetak Generasi Berkualitas di Jakarta

"Betul, karena kan kondisi ekonomi secara luas sekarang pada saat hari ini ya, itu kan sedang ada kenaikan lah. Dolar naik, segala macam naik. Saya kira juga kalau dinaikkan tarif sekarang mungkin belum tepat," kata Dimaz.

Meski demikian, ia mengakui Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadapi dilema dalam pengelolaan anggaran.

Menurutnya, berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) berdampak pada kapasitas fiskal daerah, sementara kebutuhan belanja dan berbagai program pemerintah tetap harus dijalankan.

"Namun tentunya kita juga, yang saya bilang tadi, dengan angka APBD kita berkurang jauh karena DBH-nya berkurang, ini kan juga satu dilema," ujarnya.

Dimaz menjelaskan bahwa salah satu alasan munculnya wacana kenaikan tarif TransJakarta adalah untuk mengurangi besarnya beban subsidi yang selama ini ditanggung Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak bisa diputuskan secara terburu-buru dan harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

"Jadi mungkin ke depan ini masih perlu kita kaji lagi untuk kenaikan tarif, tapi ujung-ujungnya kan subsidi lagi. Angka naikkan tarif ini kan hanya untuk mengurangi angka subsidi," ucapnya.

Ketau Komisi C DPRD DKI itu juga mendorong manajemen Transjakarta untuk mencari terobosan dan sumber pendapatan baru yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap subsidi pemerintah tanpa membebani penumpang.

Dimaz mengatakan dirinya telah memberikan tantangan kepada jajaran direksi Transjakarta agar menghadirkan program atau inovasi kreatif yang mampu menekan kebutuhan subsidi, sekaligus menjaga kualitas layanan bagi masyarakat.

"Makanya tadi saya tantang kepada Transjakarta bagaimana caranya membuat program atau ide kreatif lain yang bisa mereduksi angka-angka subsidi tadi. Apa perlu naik tarif apa tidak, tapi ini perlu dikaji lagi ulang, dengan kondisi ekonomi sekarang dan ke depan kita belum tahu kan," katanya.

Terkait perkembangan kajian tarif, Dimaz mengungkapkan bahwa berdasarkan komunikasi terakhir dengan pihak TransJakarta, opsi kenaikan tarif masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

"Terakhir sih kita bicara dengan TransJakarta, sedang dikaji untuk kenaikan tarif. Salah satu opsi ya tapi ini, jadi bukan hal yang pasti. Ini salah satu opsi untuk kenaikan tarif gunanya supaya mengurangi beban subsidi tadi," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y