Legislator Golkar Farah Nilai Program CKG Belum Dimanfaatkan Optimal oleh Warga, Dorong Perkuat Edukasi dan Sosialisasi

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menilai program cek kesehatan gratis (CKG) yang saat ini tersedia bagi masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal.
Padahal, program tersebut dinilai memiliki manfaat besar untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Menurut Farah, rendahnya pemanfaatan layanan CKG menunjukkan masih adanya tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Sebetulnya ide programnya sangat luar biasa, tapi realitanya masyarakat Jakarta masih belum bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," ujar Farah kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Ia menduga masih banyak warga yang enggan mengikuti pemeriksaan kesehatan karena khawatir mengetahui penyakit yang diderita. Selain itu, sebagian masyarakat juga belum memahami manfaat dari program tersebut.
"Entah karena khawatir akan penyakit yang diderita ataupun juga mungkin masih belum familiar dengan manfaatnya program tersebut," katanya.
Karena itu, Farah mendorong agar pemerintah tidak hanya menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya, program kesehatan akan lebih efektif apabila dibarengi dengan upaya meningkatkan kesadaran warga untuk memanfaatkannya.
Ia mengatakan DPRD DKI Jakarta akan terus mengawal berbagai program kesehatan yang lahir dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda) agar implementasinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami juga mendorong ke depan program-program yang bisa dilahirkan pasca diskusi hari ini juga bisa dikawal oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.
Diketahui, Program Cek Kesehatan Gratis telah dimulai pada 10 Februari 2025. Target pemeriksaan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.
Pentingnya pemeriksaan kesehatan ini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa lebih dari 600 ribu orang Indonesia meninggal akibat penyakit kardiovaskular, seperti stroke, yang sering kali disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan sebenarnya bisa dicegah dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Cek kesehatan ini bertujuan untuk memberikan dua rekomendasi kepada masyarakat. Bagi mereka yang dalam kondisi sehat, akan diberikan panduan untuk menjaga pola hidup sehat. Sedangkan bagi mereka yang terdeteksi memiliki penyakit tertentu, akan diberikan pelayanan medis. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





