Legislator Golkar Farah Savira Soroti Draf Raperda Siskesda Terlalu Fokus pada Pengobatan

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta sekaligus Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menilai draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda) masih terlalu berorientasi pada aspek kuratif atau pengobatan.
Ia pun mendorong agar regulasi tersebut memperkuat upaya promotif dan preventif dalam sistem kesehatan Jakarta.
Hal itu disampaikan Farah usai rapat Bapemperda pembahasan revisi Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan Daerah yang sebelumnya telah diterbitkan pada 2009.
Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Soroti Keterbatasan SDM dan Anggaran dalam Raperda Perlindungan Perempuan
"Memang kami melihat dari draft Raperdanya itu masih mengarah ke kuratif, jadi penanganan dan lain-lain. Sementara kami juga berupaya dan berusaha mendorong agar dari sisi promotif dan preventifnya dikuatkan," ujar Farah kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Menurut Farah, Perda Siskesda yang berlaku saat ini sudah berusia lebih dari 15 tahun sehingga perlu disesuaikan dengan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Ia mengatakan pembahasan revisi Raperda Siskesda mencakup sistem kesehatan secara menyeluruh, mulai dari aspek promotif, preventif, hingga kuratif.
"Jadi hari ini kami di Bapemperda membahas tentang revisi. Sistem kesehatan daerah itu sudah punya perdanya tahun 2009, tapi melihat situasi hari ini memang kita butuh adanya peng-update-an," katanya.
Farah menegaskan, penguatan aspek promotif dan preventif penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh layanan ketika sakit, tetapi juga mendapatkan edukasi dan intervensi kesehatan untuk mencegah penyakit sejak dini.
Anggota Komisi E itu mencontohkan program cek kesehatan gratis yang dinilai memiliki konsep baik, namun pemanfaatannya oleh masyarakat Jakarta masih belum optimal.
"Sebetulnya ide programnya sangat luar biasa, tapi realitanya masyarakat Jakarta masih belum bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," ujarnya.
Menurut Farah, kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi komunikasi dan edukasi yang lebih efektif agar masyarakat memahami manfaat program kesehatan yang disediakan pemerintah.
Revisi Raperda Siskesda diharapkan menjadi landasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk membangun sistem kesehatan yang lebih komprehensif, dengan menempatkan upaya pencegahan dan promosi kesehatan sebagai prioritas utama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






