Jakarta

Dinkes DKI Temukan Tiga Kasus Hantavirus di Jakarta, Legislator Golkar Farah Savira Tekankan Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini

Laode Akbar | 19 Mei 2026, 19:39 WIB
Dinkes DKI Temukan Tiga Kasus Hantavirus di Jakarta, Legislator Golkar Farah Savira Tekankan Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA - Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti pentingnya deteksi dini dan edukasi masyarakat menyusul ditemukannya tiga kasus Hantavirus di Jakarta. Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta juga masih memantau enam kasus suspek.

Farah menilai langkah Dinkes yang berhasil mendeteksi kasus sejak awal patut diapresiasi.

Menurutnya, upaya deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat ditularkan melalui paparan hewan pengerat tersebut.

Baca Juga: Legislator Golkar Andri Santosa Soroti Kepatuhan SLF Gedung Parkir, Minta Dinas Citata Jemput Bola

"Jadi kami melihat bahwa deteksi dini, deteksi dari awal juga sangat baik," ujar Farah kepada wartawan usai rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda), Selasa (19/5/2026).

Selain deteksi dini, Farah menekankan perlunya edukasi yang masif kepada masyarakat terkait sumber penularan Hantavirus dan langkah-langkah pencegahannya.

Ia menyebut pemerintah harus menelusuri faktor pemicu penyakit tersebut agar masyarakat memahami risiko yang ada di lingkungan sekitar.

"Jadi apa yang men-trigger atau menyebabkan, dari mana sumbernya itu perlu ditelusuri," katanya.

Anggota Komisi E itu mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia ketahui, Hantavirus berkaitan dengan tikus. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan agar potensi penularan dapat ditekan.

"Kalau tidak salah dari tikus, jadi kita juga harus menghimbau agar bisa menjaga lingkungan lebih baik," ujarnya.

Menurut Farah, pelibatan kader kesehatan di tingkat masyarakat juga harus diperkuat. Kader dinilai dapat menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada warga mengenai ancaman penyakit yang berasal dari lingkungan sekitar.

"Tapi juga nanti pelibatan kader-kader di masyarakat juga harus lebih kencang lagi supaya nyampai pesannya ke masyarakat. Nggak cuma sekadar isu-isu global, tapi memang ini dekat sekali dengan masyarakat," ucapnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mengonfirmasi tiga kasus positif hantavirus di ibu kota. Selain itu, sebanyak enam kasus suspek hingga kini masih dalam pemantauan intensif.

Hal ini disampaikan Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, usai mendampingi Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).

Ia mengatakan pihaknya telah memperkuat kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan kepada teman-teman wartawan. Tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," kata Ani. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y