Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Serapan Anggaran dan Tantangan Fiskal dalam Evaluasi LKPJ 2025

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menilai secara umum kinerja perangkat daerah dalam pelaksanaan program tahun 2025 berjalan cukup baik.
Namun demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah catatan penting, khususnya terkait penyerapan anggaran.
Hal tersebut disampaikannya usai rapat kerja bersama jajaran eksekutif dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2025, Jumat (24/4/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menghadirkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ), serta Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
"Secara umum, laporan mereka baik. Target-target yang mereka jalankan juga berjalan,” " ujar Dimaz seusai rapat.
Meski begitu, Dimaz menyoroti capaian penyerapan anggaran di BPPBJ yang dinilai belum optimal.
Ia menekankan pentingnya perencanaan kegiatan yang matang agar anggaran yang telah dialokasikan dapat terserap secara maksimal.
"Harapannya ke depan, kalau sudah dianggarkan, penyerapan anggarannya juga harus baik," tegasnya.
Menurut Dimaz, rendahnya penyerapan anggaran dapat berdampak langsung terhadap penilaian kinerja perangkat daerah.
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh SKPD untuk memastikan setiap program yang telah direncanakan benar-benar dapat direalisasikan.
"Jangan sampai anggaran sudah disiapkan, tetapi tidak terlaksana. Itu nantinya bisa menurunkan performa," katanya.
Selain itu, Dimaz juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang dihadapkan pada tantangan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH).
Ketua Komisi C itu meminta pemerintah daerah mengantisipasi hal tersebut dengan kebijakan anggaran yang lebih kreatif dan selektif.
Menurutnya, kondisi ini akan turut memengaruhi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), sehingga diperlukan ketelitian dalam menyusun prioritas program.
"Karena itu, saya mendorong semua dinas agar lebih kreatif. Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, creative financing perlu menjadi masukan penting," tambahnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





