Legislator Golkar Dadiyono Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Sejumlah Wilayah Padat Penduduk

AKURAT JAKARTA – Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, menyoroti perlunya penguatan mitigasi bencana di sejumlah wilayah padat penduduk, termasuk di wilayah Petogogan, Cipulir, dan Pesanggrahan.
Ketiga kawasan tersebut dinilai membutuhkan kesiapan jalur evakuasi yang lebih jelas untuk mengantisipasi potensi bencana.
Hal tersebut disampaikan Dadiyono dalam Rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tiru Kebijakan Singapura, Fraksi Golkar DPRD DKI Dorong Raperda Narkotika Awasi Penyalahgunaan Vape
Ia mengatakan, usulan tersebut juga merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kesiapan jalur evakuasi di wilayah mereka.
"Untuk Badan Penanggulangan Bencana di titik-titik krusial itu, yaitu Petogogan, Cipulir, terus ada di Pesanggrahan juga. Di situ masyarakat itu menghendaki perlunya adanya jalur mitigasi untuk evakuasi kebencanaan," ujar Dadiyono.
Menurutnya, wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi serta memiliki potensi kerawanan bencana perlu menjadi prioritas dalam perencanaan mitigasi.
Hal ini penting agar proses evakuasi dapat berjalan lebih tertata ketika terjadi situasi darurat.
Ia menilai, hingga saat ini masih terdapat wilayah yang berpotensi terdampak bencana namun belum memiliki kesiapan mitigasi yang optimal.
Karena Anggota Komisi A itu meminta agar perencanaan jalur evakuasi dapat segera disusun.
"Nah di sini saya minta untuk wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan juga potensi bencananya tinggi, tolong segera dibikin jalur-jalur roadmap untuk evakuasi," katanya.
Selain penyusunan jalur evakuasi, Dadiyono juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait titik kumpul evakuasi dan prosedur keselamatan saat bencana terjadi. Menurutnya, pemahaman masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko kepanikan.
"Setelah dibikin, tolong disosialisasikan ke masyarakat di lingkungan tersebut. Jadi saat ada kebencanaan, masyarakat tidak terjadi kepanikan. Mereka sudah mengetahui nanti titik kumpul evakuasi," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









