Kemacetan Belum Terurai, Legislator Golkar Judistira Soroti Minimnya Pembangunan Flyover dan Underpass di Jakarta

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyoroti minimnya pembangunan flyover dan underpass di ibu kota yang dinilai belum optimal dalam mengurai kemacetan lalu lintas.
Hal tersebut disampaikan Judistira dalam rapat kerja Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama jajaran Dinas Bina Marga DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jakarta.
Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Dukung Ranperda RPPLH, Soroti Sampah, Polusi Udara dan Minimnya RTH Jakarta
"Yang saya perlu mengingatkan kepada Pak Heru (Kepala Dinas Bina Marga) terkait dengan kebutuhan flyover dan underpass di DKI Jakarta. Ini merupakan kewajiban dari Dinas Bina Marga, tidak hanya merawat jalan tetapi juga bisa mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," kata Judistira.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut masih sangat terbatas. Ia menilai respons Dinas Bina Marga dalam memperbanyak pembangunan flyover dan underpass masih belum maksimal.
Judistira menyebut, pada tahun 2025 pembangunan flyover di Jakarta hanya satu titik, yang bahkan merupakan proyek lanjutan dari tahun sebelumnya dengan skema multiyears.
Baca Juga: Tak Pernah Absen, Basri Baco Sebut Gubernur Pramono Selalu Hadir di Kegiatan DPD Golkar DKI
"Tahun 2025 itu hanya terbangun kalau tidak salah hanya satu. Artinya saya berharap keberlanjutannya ini bisa terus, bahkan tambah titik-titiknya," ujarnya.
Anggota Komisi D itu menegaskan, pembangunan flyover dan underpass menjadi salah satu solusi realistis mengatasi kemacetan, mengingat keterbatasan ruang di Jakarta untuk menambah ruas jalan baru.
"Kita tidak bisa lagi menambah ruas jalan, tapi hanya bisa mengurangi kemacetan dengan pembangunan flyover ataupun underpass," jelasnya.
Judistira juga menyinggung beberapa titik yang dinilai menjadi bottleneck atau simpul kemacetan di Jakarta, seperti kawasan Semanan dan Pejompongan, yang menurutnya layak dipertimbangkan untuk pembangunan infrastruktur serupa.
Ia menambahkan, upaya pengurangan kemacetan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
"Kita menuju kota global, salah satu cirinya adalah bisa mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta. Karena itu Bina Marga memiliki posisi yang strategis untuk membantu mengurai kemacetan," kata Judistira. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






