Legislator Golkar Dadiyono Tolak Kawasan Khusus Manggarai, Nilai Berpotensi Munculkan Stigma Negatif

AKURAT JAKARTA – Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, menilai usulan penetapan kawasan khusus pengamanan di Manggarai, Jakarta Selatan, sebagai respons atas tawuran berulang perlu dikaji secara matang.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap wilayah dan warganya.
"Menurut saya hal tersebut justru berpotensi menimbulkan stigma seolah-olah wilayah tersebut adalah kawasan rawan konflik," kata Dadiyono kepada Akurat Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, penanganan tawuran tidak cukup hanya mengedepankan pendekatan keamanan semata.
Yang lebih penting, kata dia, adalah membangun kesadaran dan edukasi masyarakat secara inklusif agar akar persoalan dapat diselesaikan.
Dadiyono menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak bisa hanya bertumpu pada tokoh masyarakat.
Baca Juga: Sektor Lingkungan Jadi Prioritas, Fraksi Golkar Usulkan Pembentukan Pansus Sampah
Keterlibatan langsung warga di tingkat akar rumput dinilai jauh lebih efektif untuk meredam konflik yang kerap berulang.
"Harus ada keterlibatan langsung masyarakat di akar rumput. Kegiatan bersama yang melibatkan warga dari kedua kelompok yang sering berkonflik perlu diperbanyak, agar komunikasi terbangun dan ketegangan bisa diredam," ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan konflik sosial seperti tawuran harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Mulai dari pemangku wilayah, tokoh masyarakat, sesepuh, hingga warga di tingkat bawah perlu dilibatkan secara berkesinambungan.
"Pendekatan memang harus dilakukan dari hulu ke hilir, tidak bisa parsial," tegasnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi A itu juga mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menekan angka tawuran, khususnya tawuran pelajar.
Ia mencatat, insiden tawuran pelajar di Jakarta saat ini sudah jauh menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.
"Program-program Pemprov DKI, terutama di sektor pendidikan, terbukti cukup berhasil. Dulu hampir setiap hari ada berita tawuran pelajar, sekarang sudah sangat berkurang," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









