Jakarta

Legislator Golkar Ramly Muhamad Ungkap Ancaman Mogok Massal Sopir JakLingko Akibat Pembayaran Telat 16 Hari

Laode Akbar | 10 Februari 2026, 22:25 WIB
Legislator Golkar Ramly Muhamad Ungkap Ancaman Mogok Massal Sopir JakLingko Akibat Pembayaran Telat 16 Hari

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami para sopir dan operator JakLingko.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran hingga 16 hari telah memicu situasi genting dan hampir berujung pada pemogokan massal.

Ramly menyebut para sopir berada dalam posisi sulit lantaran pembayaran operasional yang seharusnya rutin justru tersendat.

Baca Juga: Ada Dugaan Pungli di Program Pangan Murah, Legislator Golkar Ramly HI Minta Pemprov Benahi Sistem Distribusi

"Hampir terjadi pemogokan massal. Mobil-mobil JakLingko itu hampir mogok karena 16 hari tidak dibayar," ujar Ramly dalam Rapat Paripurna, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, meski sopir baru menerima gaji, sebagian besar langsung habis untuk kasbon atau utang ke pemilik kendaraan akibat keterlambatan tersebut.

Kondisi ini, kata Ramly, tak bisa dibiarkan karena JakLingko merupakan salah satu program unggulan yang membedakan Jakarta dari provinsi lain.

Baca Juga: Fraksi Golkar Dorong Pemekaran Kelurahan guna Pangkas Birokrasi dan Dekatkan Layanan ke Rakyat

Ramly bahkan menyinggung bahwa sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pernah belajar langsung ke Jakarta terkait layanan angkutan gratis. Namun, realitas di lapangan justru jauh dari ideal.

"Ini angkutan gratis. Jangan sampai terlambat dibayar begini. Cepat-cepat diselesaikan biar clear," tegasnya.

Ia meminta Pemprov, khususnya Dinas Perhubungan dan PT TransJakarta, mempercepat proses verifikasi serta pembayaran kepada operator.

Ramly juga menyoroti kebijakan baru yang mewajibkan setiap armada melayani 200 penumpang per hari, yang menurutnya justru mendorong sopir kembali "ngetem" untuk mengejar target.

"Ini kan terbalik-balik. Sopir jadi kejar-kejar orang, sama seperti mobil reguler dulu," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L