Trump Kebingungan Mencari Cara Pasukan Amerika Mundur dari Perang Iran

AKURAT JAKARTA — Dunia internasional tengah menyoroti arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal untuk mulai mengakhiri operasi militer terhadap Iran.
In9 ebuah langkah yang dinilai penuh ambivalensi di tengah situasi keamanan yang masih rawan.
Melalui pernyataan di media sosialnya, Trump mengklaim bahwa target strategis AS di kawasan tersebut hampir terpenuhi sepenuhnya.
Baca Juga: Film Pelangi di Mars Kisah Perjuangan Ibu dan Anak Menjaga Harapan Kehidupan Bumi
Trump mengisyaratkan bahwa kehadiran militer secara masif tidak lagi mendesak seiring dengan klaim melemahnya ancaman dari pihak lawan.
"Kami sangat dekat untuk memenuhi tujuan kami saat kami mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer kami di Timur Tengah sehubungan dengan rezim Iran," ujar Trump, Sabtu (21/3/2026).
Pernyataan "lepas tangan" Trump terhadap keamanan Selat Hormuz memicu kegamangan bagi stabilitas rantai pasok energi dunia. Trump menegaskan bahwa penjagaan jalur vital tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara pengguna, bukan lagi prioritas utama AS.
Sikap yang dinilai plinplan ini muncul di tengah laporan kontradiktif di lapangan. Meski Trump bicara soal penghentian operasi, pergerakan armada marinir dan kapal pendarat kelas berat AS terpantau masih menuju kawasan konflik.
Ketidakpastian ini dikhawatirkan akan memperparah guncangan ekonomi dunia, mengingat harga minyak global telah melonjak hingga 50 persen.
Konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu ini telah memakan korban jiwa yang memilukan, dengan estimasi lebih dari 2.000 orang wafat di Iran. Kerusakan infrastruktur vital tidak hanya melumpuhkan ekonomi lokal, tetapi juga mengancam keselamatan warga sipil.
Di saat isu penarikan pasukan berembus, laporan terbaru justru menyebutkan adanya serangan yang menyasar kompleks pengayaan nuklir Natanz. Meski tim teknis memastikan tidak ada kebocoran radioaktif yang membahayakan, insiden ini menambah deretan ujian bagi perdamaian dunia di bulan yang penuh keprihatinan ini.
Umat manusia kini menanti langkah nyata menuju deeskalasi yang jujur, demi menghentikan pertumpahan darah dan mengembalikan stabilitas ekonomi yang berdampak pada hajat hidup orang banyak di seluruh dunia.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







