Penasihat Trump Akui Perang dengan Iran Bikin AS Boncos

AKURAT JAKARTA — Penasihat kebijakan luar negeri untuk kampanye Donald Trump, George Papadopoulos, memperingatkan potensi kerugian besar bagi Amerika Serikat (AS) jika terseret dalam konflik bersenjata jangka panjang dengan Iran.
Menurutnya, pemerintahan Trump tidak memiliki kepentingan strategis untuk membiarkan perang berlangsung secara berlarut-larut.
Papadopoulos menilai, keterlibatan militer AS dalam konfrontasi dengan Teheran idealnya tidak melampaui kurun waktu tiga bulan.
Batas waktu tersebut dianggap sebagai titik maksimal guna menghindari dampak negatif yang lebih luas.
"Bukan kepentingan Amerika jika perang ini berlangsung lebih dari tiga bulan. Itulah mengapa saya percaya tiga bulan, pada akhirnya, akan menjadi batas maksimal keterlibatan Amerika dalam perang ini," ujar Papadopoulos dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Ia menekankan bahwa memperpanjang durasi konflik tidak akan memberikan keuntungan bagi pihak manapun, baik bagi AS sendiri, sekutu di Eropa, maupun Israel.
Risiko eskalasi yang berkepanjangan justru dikhawatirkan akan merusak stabilitas kawasan dan global.
Selain faktor geopolitik, Papadopoulos menyoroti variabel politik domestik yang krusial. Perang jangka panjang dinilai akan menjadi beban politik bagi kubu Trump, terutama menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.
Sebagai informasi, pemilihan paruh waktu tersebut merupakan momentum politik penting di Negeri Paman Sam. Kontestasi ini akan melibatkan pemilihan kembali seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta sepertiga dari total kursi di Senat.
Para analis berpendapat, sentimen pemilih Amerika cenderung sensitif terhadap keterlibatan militer di luar negeri yang menguras anggaran negara dan berisiko menimbulkan korban jiwa, yang pada akhirnya dapat memengaruhi peta kekuatan politik di parlemen.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 3Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 4Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






