Rugi Besar Gegara Perangi Iran, Trump Minta Tambah Anggaran Rp 25.470 Triliun: Terbesar dalam Sejarah Amerika!

AKURAT JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengajukan tambahan anggaran pertahanan fantastis sebesar US$ 1,5 triliun atau sekitar Rp 25.470 triliun (kurs Rp 16.980) untuk tahun fiskal 2027.
Jika disetujui Kongres, angka ini akan tercatat sebagai investasi militer terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Proposal RUU yang dirilis Gedung Putih pada Jumat (3/4/2026) ini mengusulkan kenaikan pagu pertahanan hingga 44%.
Langkah agresif ini diambil di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.
Fokus pada Golden Fleet dan Golden Dome
Dalam dokumen proposal tersebut, dana besar ini akan dialokasikan untuk memperkuat fondasi kekuatan militer AS, mulai dari kesiapan tempur hingga kesehatan angkatan bersenjata.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam anggaran pertahanan 2027 meliputi:
Modernisasi Nuklir: Memperkuat infrastruktur dan teknologi pencegahan nuklir.
Proyek Golden Fleet: Ekspansi besar-besaran armada Angkatan Laut AS.
Sistem Golden Dome: Pembangunan sistem pertahanan rudal dalam negeri yang diusulkan Trump untuk melindungi wilayah AS.
"Dana ini untuk menginvestasikan kembali fondasi kekuatan militer Amerika dan memastikan AS mempertahankan militer terkuat di dunia," tulis proposal tersebut sebagaimana dikutip dari SCMP, Sabtu (4/4/2026).
Pangkas Anggaran Domestik Demi Militer
Demi membiayai ambisi militer ini, pemerintahan Trump berencana melakukan efisiensi besar-besaran pada sektor non-pertahanan.
Terdapat usulan pemangkasan sebesar US$ 73 miliar (Rp 1.239,54 triliun) atau setara 10% dari anggaran domestik.
Sektor yang akan terdampak pemotongan ini meliputi program perumahan, layanan sosial, perawatan kesehatan, serta berbagai program domestik lainnya.
Konteks Perang Iran dan Tekanan Global
Permintaan anggaran ini muncul saat konflik AS-Israel melawan Iran telah berlangsung lebih dari sebulan.
Perang ini tidak hanya memicu ketegangan geopolitik, tetapi juga menghantam pasokan minyak dan gas global serta mengguncang sentimen pasar dunia.
Menariknya, anggaran yang belum lama dimintakan oleh Trump ini tidak menyebutkan tambahan dana sebesar US$ 200 miliar (Rp 3.396 triliun) yang sebelumnya diminta Pentagon untuk perang melawan Iran.
Sedangkan untuk tahun fiskal 2026, Trump awalnya meminta US$ 1,01 triliun atau Rp 17.149,8 triliun untuk anggaran pertahanan, naik 13% dibandingkan tahun 2025.
Angka tersebut kemudian dikurangi menjadi sekitar US$ 900 miliar, dengan Departemen Pertahanan AS mengamankan tambahan pendanaan sebesar US$ 150 miliar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









