Sejumlah Prajurit AS Resah Narasi dari Komandan tentang Perang Akhir Zaman

AKURAT JAKARTA - Sejumlah anggota militer Amerika Serikat (AS) menyampaikan keresahan terkait narasi yang dibawakan komandan mereka dalam menyikapi konflik dengan Iran.
Para prajurit melaporkan adanya instruksi yang membingkai perang AS-Israel melawan Iran sebagai bagian dari rencana ilahi menuju akhir zaman atau Armageddon.
Laporan tersebut disampaikan melalui pengaduan resmi kepada Military Religious Freedom Foundation (MRFF), sebuah lembaga pengawas independen yang fokus pada perlindungan kebebasan beragama di lingkungan militer AS.
Baca Juga: Polri Siapkan Operasi Ketupat 2026, Puncak Arus Mudik Diperkirakan 14-15 Maret
Berdasarkan dokumen yang diperoleh kantor berita Anandolu, kegelisahan ini muncul di tengah ketegangan militer yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Salah satu bintara dalam pengaduannya mengungkapkan, komandannya membuka pengarahan kesiapan tempur dengan narasi keagamaan yang spesifik.
Sang komandan meminta prajurit tidak gentar menghadapi operasi militer di Iran karena dianggap sebagai bagian dari "rencana Tuhan".
Dalam pengarahan tersebut, komandan unit merujuk pada ayat-ayat dalam Kitab Wahyu mengenai Armageddon dan kembalinya Yesus Kristus.
"Bintara tersebut mengaku mewakili dirinya dan 15 anggota unit lainnya yang bertugas dalam fungsi dukungan siaga," tulis laporan MRFF.
Identitas pelapor dirahasiakan demi menghindari potensi sanksi atau tindakan balasan dari Departemen Pertahanan AS (Pentagon).
Sejak Presiden Donald Trump mengumumkan dimulainya serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu, MRFF mencatat lonjakan pengaduan yang signifikan. Lembaga tersebut mengeklaim telah menerima lebih dari 200 pengaduan dari 50 unit militer yang berbeda.
Para pelapor merasa keberatan dengan klaim bahwa Presiden Trump "diurapi" untuk memicu peristiwa eskatologis melalui perang. Hal ini dinilai melampaui batas profesionalisme militer dan mengejutkan banyak personel yang hadir dalam pengarahan.
Meski di tingkat lapangan muncul narasi keagamaan, Pemerintah AS secara resmi menegaskan bahwa misi militer di Iran memiliki tujuan strategis konvensional. Fokus utama Washington adalah:
Menghancurkan program rudal balistik konvensional Iran.. Melumpuhkan kekuatan angkatan laut Teheran. Menghentikan jaringan proksi regional. Memastikan Iran tidak memiliki akses terhadap senjata nuklir.
Hingga saat ini, pihak Teheran terus membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir. Sementara itu, fenomena munculnya narasi "perang suci" di kalangan komandan lapangan kini menjadi sorotan tajam terkait netralitas agama dalam institusi militer AS.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




