Jakarta

Tak Hanya Perbaiki Gedung, Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Bisa Berikan Efek Psikologis yang Baik untuk Siswa

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Juli 2026, 14:45 WIB
Tak Hanya Perbaiki Gedung, Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Bisa Berikan Efek Psikologis yang Baik untuk Siswa
Pemerintah revitalisasi 71 ribu sekolah.

AKURAT JAKARTA - Pemerintah memutuskan meningkatkan target revitalisasi sekolah pada 2026 secara signifikan, dari semula 11.744 menjadi 71.744 satuan pendidikan.

Kebijakan ini tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi jutaan siswa di seluruh Indonesia.

Di balik pembangunan fisik tersebut, terdapat dampak lain yang sering luput menjadi perhatian, yakni pengaruh kondisi lingkungan sekolah terhadap psikologis peserta didik.

Dalam kajian Environmental Psychology, lingkungan belajar memiliki hubungan erat dengan motivasi, konsentrasi, hingga kesehatan mental siswa.

Ruang kelas yang bersih, terang, aman, dan nyaman dapat meningkatkan rasa betah di sekolah serta mendorong proses belajar menjadi lebih efektif.

Fenomena tersebut juga sejalan dengan Broken Windows Theory, yang menjelaskan bahwa lingkungan yang tampak rusak atau tidak terawat dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Dalam konteks sekolah, bangunan yang mengalami kerusakan berat berpotensi menurunkan semangat belajar, rasa bangga terhadap sekolah, bahkan kepedulian terhadap fasilitas yang ada.

Karena itu, revitalisasi sekolah tidak hanya berarti mengganti atap, memperbaiki dinding, atau membangun ruang kelas baru.

Perbaikan tersebut juga dapat menjadi pemicu munculnya kembali motivasi belajar dan rasa aman bagi peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa peningkatan target revitalisasi menjadi 71.744 sekolah juga akan memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan sekitar 1,1 juta tenaga kerja selama proses pembangunan yang berlangsung antara tiga hingga delapan bulan.

Program tersebut dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, sehingga sekolah bersama masyarakat sekitar dapat terlibat langsung dalam proses perbaikan.

Skema ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

Salah satu sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi adalah SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sekolah tersebut mengalami kerusakan sejak Januari 2026 dan kini masuk dalam daftar prioritas pemerintah untuk segera diperbaiki.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar proses revitalisasi dapat segera dilaksanakan.

Baca Juga: Siapa Sangka, Jago Main Gim Kini Bisa Jadi Jalan Raih Beasiswa Kuliah

=====

Ia juga menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana belajar yang lebih layak.

Revitalisasi tahun ini diprioritaskan bagi sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Pemerintah berharap perbaikan tersebut tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan.

Lingkungan belajar yang lebih baik diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat belajar peserta didik, meningkatkan kenyamanan selama proses pembelajaran, serta mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik.

Jika dikaitkan dengan psikologi lingkungan, langkah pemerintah memperbaiki puluhan ribu sekolah dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang.

Bangunan yang lebih layak bukan hanya memberikan perlindungan secara fisik, tetapi juga membantu membentuk suasana belajar yang positif, rasa percaya diri siswa, dan motivasi untuk terus berkembang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.