Jakarta

Donald Trump Pilih Strategi "Cekik" Ekonomi Dibanding Lawan Iran Lewat Invasi Darat

Aisya Nur Aziza | 1 Mei 2026, 21:50 WIB
Donald Trump Pilih Strategi "Cekik" Ekonomi Dibanding Lawan Iran Lewat Invasi Darat
Trump dengan strategi cekik ekonomi yang dinilainya genius saat perang lawan Iran

AKURAT JAKARTA - Di tengah proses negosiasi yang masih buntu, Pemerintah Amerika Serikat kini beralih ke strategi tekanan militer dan ekonomi yang lebih agresif untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan.

Selain menyiapkan opsi serangan udara baru, Presiden Donald Trump kini mengandalkan blokade maritim besar-besaran di sekitar pelabuhan Iran, termasuk wilayah strategis Teluk Oman.

Strategi yang disebut Trump sebagai langkah "genius" ini bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran tanpa harus melibatkan pengiriman pasukan darat dalam skala besar.

Baca Juga: Diplomasi Buntu Kesekian Kali, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Iran

Dengan menempatkan kapal-kapal perang di jalur masuk pelabuhan, Angkatan Laut AS mengklaim telah berhasil mencegat atau memutar balik hampir 40 kapal yang mencoba melakukan aktivitas perdagangan dengan Iran hanya dalam satu bulan terakhir.

Namun, langkah Amerika ini mendapat perlawanan keras dari Teheran.

Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, secara terbuka mengancam akan melancarkan aksi balasan jika pengepungan jalur laut tersebut tidak segera dihentikan.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, justru menanggapi blokade tersebut dengan nada ejekan.

Baca Juga: Pertamina Resmi Umumkan Kebijakan Harga BBM Terbaru per 1 Mei 2026

Ia menilai upaya Amerika untuk menutup akses Iran adalah misi yang mustahil secara geografis.

Melalui sebuah unggahan di media sosial, Ghalibaf membandingkan luasnya garis perbatasan Iran yang mencapai lebih dari 8.000 kilometer—bahkan lebih panjang dari jarak ujung ke ujung daratan Amerika Serikat.

Saat ini, situasi di perairan Timur Tengah tetap tegang.

Washington tengah berupaya membangun koalisi internasional untuk mendukung "kebebasan navigasi," sementara Iran tetap pada posisinya bahwa mereka memiliki cukup banyak celah perbatasan untuk menghindari upaya "penyekapan" ekonomi oleh Amerika Serikat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.