Jakarta

Massa Demo Telah Bubar, BEM UI Pastikan Aksi Berlanjut jika Pemerintah Tak Berbenah

Laode Akbar | 18 Agustus 2026, 21:25 WIB
Massa Demo Telah Bubar, BEM UI Pastikan Aksi Berlanjut jika Pemerintah Tak Berbenah
Massa aksi demo mahasiswa BEM UI di kawasan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, membubarkan diri. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membubarkan diri setelah menggelar aksi demonstrasi di kawasan menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan pantuan Akurat Jakarta, ribuan peserta massa aksi telah membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB.

Meski aksi telah berakhir, gerakan aksi demo mahasiswa selanjutnya dipastikan tidak berhenti. .

Baca Juga: Aksi Demo BEM UI Masih Berlangsung, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Sejumlah Layanan Ini

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Anandaku Dimas Rumi menegaskan, mahasiswa akan kembali turun ke jalan apabila pemerintah tidak melakukan perubahan dan perbaikan terhadap berbagai persoalan yang menjadi sorotan.

Dimas mengatakan, aksi turun ke jalan bukan sekadar bentuk tekanan kepada pemerintah.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan konsekuensi dari tidak adanya perubahan yang dinilai konkret dari pemerintah.

"Pernyataan bahwa kita akan terus turun ke jalan, itu bukan sebuah tantangan, tapi itu sebuah keniscayaan ketika mereka tidak akan melakukan perubahan, ketika mereka tidak akan melakukan perbaikan," kata Dimas kepada wartawan.

Ia menilai, tuntutan mahasiswa tidak hanya muncul dalam aksi 18 Agustus. Menurut Dimas, mahasiswa telah berulang kali menyampaikan kritik dan tuntutan, termasuk dalam aksi pada 28 Agustus 2025 dan 12 Juni 2026.

"Terlepas dari apa yang disampaikan di mokom, kita bisa lihat bahwa dari tanggal 12 Juni hingga hari ini, bahkan dari tahun lalu, dari 28 Agustus tahun lalu hingga 12 Juni hingga hari ini, apa perbaikan yang telah dilakukan oleh pemerintah? Apa keadilan yang telah diwujudkan pemerintah?" ujarnya.

Dimas kemudian menyinggung sejumlah persoalan yang menurutnya belum mendapatkan penyelesaian konkret dari pemerintah, mulai dari kasus Afan hingga persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai pemerintah belum melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap persoalan-persoalan tersebut.

Karena itu, Dimas menyebut aksi 18 Agustus bukan menjadi akhir dari perjuangan mahasiswa.

Menurutnya, tanggal pelaksanaan aksi bukan persoalan utama karena mahasiswa dapat kembali turun kapan pun ketika pemerintah dinilai tidak merespons aspirasi masyarakat.

"Hari ini hanya satu, lagi-lagi 18 Agustus dipilih bukan hanya sekadar momentum, tapi ini menunjukkan bahwa hari kapan pun itu bisa menjadi hari di mana kita turun aksi, karena pemerintah enggak pernah melakukan perbaikan, karena pemerintah enggak pernah berbenah, karena pemerintah enggak pernah mendengarkan," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y