Jakarta

Selain Berpuasa, Ini 12 Amalan Utama di Bulan Muharram yang Dianjurkan Menurut Para Ulama

Aisya Nur Aziza | 25 Juni 2026, 07:41 WIB
Selain Berpuasa, Ini 12 Amalan Utama di Bulan Muharram yang Dianjurkan Menurut Para Ulama
12 amalan yang dianjurkan menurut ulama selama bulan muharam

AKURAT JAKARTA - Datangnya bulan Muharram menandai dimulainya awal tahun baru dalam kalender Hijriah atau penanggalan Islam.

Sebagai momen pembuka setelah melewati bulan Dzulhijjah di akhir tahun, Muharam memegang kedudukan yang sangat istimewa.

Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun, melainkan salah satu dari empat bulan mulia atau asyhurul hurum.

Bahkan, bulan ini secara khusus dijuluki sebagai Syahrullah (Bulan Allah) karena besarnya keutamaan amalan sunah yang dianjurkan di dalamnya.

Untuk mempermudah umat Muslim dalam mengingat ibadah apa saja yang baik dilakukan, para ulama telah merangkum setidaknya 12 amalan utama selama bulan Muharram.

Salah satu rujukan populer diabadikan dalam bentuk bait syair (nadham) oleh Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur dikutip dari NU Jabar:

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

"Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah,sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali,"

Baca Juga: Puasa Muharam Jadi yang Paling Utama Setelah Ramadan, Ini Niat Puasanya

Puasa: Amalan Paling Utama Setelah Ramadhan

Di antara sekian banyak ibadah di atas, puasa menempati kasta tertinggi sebagai amalan paling utama di bulan Muharram.

Kesunahan ini bersandar kuat pada hadis riwayat Abu Hurairah saat seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai puasa terbaik setelah bulan Ramadhan:

جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم

Artinya: "Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram’," (HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat Imam Muslim, penegasan keutamaan puasa ini juga disebutkan secara singkat dan padat:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Allah, Muharram.”

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dalil terkuat atas keutamaan puasa Muharram.

Baca Juga: Mengungkap Alasan Umar bin Khattab Memilih Muharam Sebagai Awal Tahun Baru Islam

Terkait adanya riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW justru terlihat lebih banyak berpuasa di bulan Sya'ban ketimbang Muharram, para ulama memberikan dua penjelasan.

Pertama, kemungkinan Rasulullah SAW baru mendapat wahyu tentang keutamaan Muharram di akhir hayat beliau.

Kedua, beliau sebenarnya sudah mengetahui keutamaannya, namun sering terhalang oleh uzur seperti sakit atau sedang dalam perjalanan (safar). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.