Jakarta

Puasa Muharam Jadi yang Paling Utama Setelah Ramadan, Ini Niat Puasanya

Aisya Nur Aziza | 15 Juni 2026, 23:57 WIB
Puasa Muharam Jadi yang Paling Utama Setelah Ramadan, Ini Niat Puasanya

AKURAT JAKARTA — Selama ini, ingatan umat Muslim mengenai ibadah puasa umumnya langsung tertuju pada bulan suci Ramadan.

Hal tersebut dinilai wajar mengingat puasa Ramadan merupakan ibadah wajib dan menjadi salah satu pilar dalam rukun Islam.

Meski begitu, berakhirnya Ramadan bukan berarti semangat berpuasa juga harus ikut surut.

Rasulullah SAW justru memberikan petunjuk mengenai adanya puasa sunnah dengan keutamaan luar biasa yang terletak di bulan Muharam.

Keistimewaan ini ditegaskan lewat sebuah hadis riwayat Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharam.”

Melalui penegasan hadis tersebut, Muharam menduduki posisi sebagai bulan yang paling utama bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan puasa sunnah, melebihi bulan-bulan lainnya di luar Ramadan.

Baca Juga: Mengungkap Alasan Umar bin Khattab Memilih Muharam Sebagai Awal Tahun Baru Islam

Makna Julukan "Syahrullah" dan Bulan Haram

Satu hal yang menarik perhatian para ulama adalah penggunaan istilah Syahrullah yang berarti “bulan Allah” oleh Rasulullah SAW khusus untuk menyemati bulan Muharam.

Padahal, secara prinsip, seluruh bulan yang ada di dunia adalah milik Allah SWT.

Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran langsung nama Muharam kepada Allah merupakan bentuk pemuliaan, pelabelan tanda kehormatan, sekaligus pengagungan yang sangat tinggi.

Selain itu, keutamaan Muharam juga tidak lepas dari statusnya sebagai salah satu dari empat bulan haram (al-asyhur al-hurum) atau bulan yang disucikan dan dilarang terjadinya peperangan.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat at-Taubah ayat 36.

Adapun empat bulan suci tersebut meliputi Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab.

Baca Juga: 1 Muharam 1448 H Jatuh pada Selasa 16 Juni 2026, Intip Jadwal Puasa Tasua dan Asyura

Jadwal Puasa Dan Niat Puasa Muharam

Sahabat Nabi, Ibnu Abbas RA, sempat menjelaskan bahwa segala bentuk dosa dan maksiat yang dilakukan pada bulan-bulan haram ini akan mendapatkan konsekuensi atau bobot dosa yang lebih berat.

Sebaliknya, amal saleh yang dikerjakan pada momen tersebut bakal mendapat perhatian serta pahala yang jauh lebih besar di sisi Allah.

Salah satunya adalah dengan berpuasa 3 hari puasa sunnah yang mana di bulan Muharam 2026 ini jatuh pada tanggal-tanggal berikut:

  • Puasa di awal bulan muharam :
    نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

  • Puasa Tasua (9 Muharram): Rabu, 24 Juni 2026.
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

  • Puasa Asyura (10 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026.
    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

  • Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Muharram): Minggu, 28 Juni hingga Selasa, 30 Juni 2026.
    نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.