Mengungkap Alasan Umar bin Khattab Memilih Muharam Sebagai Awal Tahun Baru Islam

AKURAT JAKARTA — Penetapan awal tahun baru Islam sering kali memicu pertanyaan di kalangan masyarakat.
Mengingat penamaan kalender Hijriah terinspirasi dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim dari Makkah ke Madinah yang terjadi pada bulan Rabiul Awal.
Di mana secara historis, penetapan ini ternyata memiliki alasan filosofis dan spiritual yang sangat mendalam dari para sahabat Nabi.
Baca Juga: 1 Muharam 1448 H Jatuh pada Selasa 16 Juni 2026, Intip Jadwal Puasa Tasua dan Asyura
Sistem penanggalan Islam ini pertama kali dirumuskan melalui musyawarah besar di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.
Dalam diskusi tersebut, Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar momentum hijrah dijadikan sebagai acuan tahun pertama Islam.
Usulan ini disetujui karena hijrah merupakan simbol transformasi besar sekaligus titik balik kejayaan dakwah Islam.
Namun, setelah tahun pertama disepakati, para sahabat kembali berdebat mengenai bulan apa yang paling tepat untuk dijadikan sebagai awal tahun.
Beberapa sahabat sempat mengusulkan agar kalender Islam dimulai dari bulan suci Ramadhan.
Merespons hal itu, Khalifah Umar bin Khattab kemudian mengajukan pendapat agar awal tahun ditetapkan pada bulan Muharam.
Pertimbangan utama Umar adalah karena bulan Muharam merupakan momen di mana umat Muslim baru saja menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Umar menilai, kepulangan para jamaah haji yang baru merampungkan rukun Islam kelima berada dalam kondisi yang bersih dan suci dari dosa.
Oleh karena itu, momen lembaran bersih setelah ibadah haji ini dianggap sebagai waktu yang paling berkah untuk mengawali putaran tahun yang baru.
Dengan demikian, bulan Muharam dipilih bukan karena menjadi waktu terjadinya peristiwa hijrah.
Melainkan karena perannya sebagai bulan kesucian setelah pelaksanaan ibadah haji, dengan harapan dapat membawa keberkahan di sepanjang tahun yang baru. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







