Jakarta

Terlihat Sehat, Ternyata Berisiko! Ini 5 Ikan Sungai yang Sebaiknya Dihindari untuk Dikonsumsi

Anggerhana Denni Rahmawati | 16 April 2026, 06:30 WIB
Terlihat Sehat, Ternyata Berisiko! Ini 5 Ikan Sungai yang Sebaiknya Dihindari untuk Dikonsumsi
Jenis ikan sungai yang harus dihindari karena berisiko jika dikonsumsi.

AKURAT JAKARTA - Selama ini, ikan sungai sering dianggap lebih alami dan sehat dibandingkan ikan hasil budidaya.

Namun kenyataannya, pencemaran air akibat limbah industri dan rumah tangga justru membuat sebagian ikan sungai mengandung zat berbahaya.

Jika dikonsumsi terus-menerus, risiko kesehatan pun bisa meningkat tanpa kamu sadari.

Baca Juga: Gubernur Pramono Bebastugaskan Lurah Kalisari, Buntut Kasus Foto AI di Aplikasi JAKI

1. Ikan Lele Sungai

Lele memang populer sebagai lauk sehari-hari.

Namun, lele yang hidup di sungai tercemar sangat rentan menyerap limbah berbahaya.

Baca Juga: Sinyal Damai dari Washington, Trump Sebut Perang AS-Israel di Iran Segera Berakhir

Sifatnya yang omnivora membuatnya mengonsumsi berbagai jenis bahan, termasuk yang telah terkontaminasi.

Kandungan logam berat seperti merkuri, kadmium, dan timbal bisa menumpuk dalam tubuh manusia dan memicu gangguan kesehatan serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

2. Ikan Sapu-Sapu

Baca Juga: Resmi! Gubernur Pramono Rombak 11 Pejabat DKI, Syafrin Liputo Kini Jadi Wali Kota Jakarta Selatan

Ikan ini dikenal sebagai pembersih karena memakan lumut dan kotoran.

Namun, kebiasaan tersebut justru membuatnya menyerap banyak racun dan bakteri dari dasar sungai.

Selain itu, tekstur dagingnya yang keras dan nilai gizinya yang rendah membuat ikan ini kurang layak dikonsumsi, terutama jika berasal dari perairan kotor.

Baca Juga: Digerebek Saat Pesta, Lima Begal Anggota Damkar Jakarta Pusat Berhasil Diringkus Polisi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.