Kamu Harus Tahu! Ini Alasan Pakaian dari Pesawat Wajib Langsung Dicuci

AKURAT JAKARTA - Pesawat masih menjadi moda transportasi favorit banyak traveler, dan pakaian dari pesawat mengandung kuman kini menjadi salah satu topik yang ramai dibahas.
Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran tentang pakaian dari pesawat mengandung kuman semakin meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat.
Banyak ahli menegaskan bahwa pakaian dari pesawat mengandung kuman bisa menjadi sumber masalah kesehatan jika kamu tidak memperhatikannya dengan serius.
Sebagai transportasi yang mengangkut ribuan penumpang setiap hari, pesawat menyimpan potensi penyebaran mikroba yang cukup besar.
Kamu mungkin merasa kabin terlihat bersih, namun banyak permukaan yang disentuh bergantian oleh orang berbeda seperti meja lipat, sabuk pengaman, sandaran tangan, hingga bagasi kabin.
Kontak yang terjadi berulang kali inilah yang membuat bakteri, virus, dan kuman lainnya mudah berpindah ke pakaianmu.
Dilansir Huff Post, berjam-jam duduk berdekatan dengan penumpang lain dapat membuat partikel kecil seperti virus menempel pada bahan pakaian.
Karena itu, para ahli menyarankan kebiasaan sederhana namun penting: mencuci pakaian yang kamu kenakan di pesawat segera setelah tiba di rumah atau hotel.
“Saya biasa langsung memasukkan pakaian penerbangan ke mesin cuci setiba di rumah, untuk mencegah penyebaran kuman ke keluarga atau hewan peliharaan,” ujar seorang traveler, dan pendapat tersebut juga didukung pakar perjalanan.
Baca Juga: Jangan Diremehkan! Kebiasaan Tidur Setelah Makan Bisa Picu Penyakit Serius
Menurut profesor mikrobiologi dan imunologi di Touro University Nevada, Karen Duus, penyebaran mikroba terjadi karena adanya “awan kecil mikroba” yang berasal dari kulit, debu, hingga pakaian setiap orang.
Ketika penumpang berkumpul dalam ruang tertutup seperti kabin pesawat, partikel tersebut bercampur dan dapat menempel pada serat pakaianmu tanpa kamu sadari.
Tak hanya dari udara, kontak permukaan seperti toilet, sandaran kursi, hingga saat kamu menyenderkan kepala juga memperbesar potensi perpindahan mikroba.
Baca Juga: Fakta Daun Nangka, Manfaatnya Ternyata Lebih Banyak dari yang Diduga
Dokter spesialis penyakit infeksi anak, Dr. Zachary Hoy, menyebutkan bahwa virus flu, selesma, dan COVID-19 merupakan penyakit yang paling mudah menular selama penerbangan.
Meski pesawat modern dilengkapi HEPA Filter yang mampu menyaring 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron atau lebih besar, sistem ini tidak selalu aktif pada proses boarding, deplaning, atau saat pesawat berhenti di landasan.
Artinya, masih ada ruang bagi mikroba untuk berpindah terutama jika kamu duduk dekat orang yang sedang sakit.
Baca Juga: Jangan Tertipu! Begini Cara Mengenali Ikan yang Tidak Layak Dikonsumsi
Beberapa mikroba bahkan bisa bertahan di pakaian selama berjam-jam hingga beberapa hari.
Tekstil juga dapat bertindak sebagai fomites, yaitu benda mati yang menjadi perantara perpindahan kuman meski pada level rendah.
Sebagian memang tidak berbahaya, tetapi bagi orang dengan imunitas rendah, risiko infeksi tetap ada.
Baca Juga: Tidak Selalu Aman, Ini 5 Efek Samping Botox jika Tidak Dilakukan dengan Tepat
Karena itu, para ahli menekankan pentingnya perilaku higienis setelah terbang.
Melepas pakaian penerbangan, mencucinya dengan air panas atau hangat, menghindari menggoyangnya agar partikel tidak menyebar, dan mandi sebelum mengenakan pakaian bersih adalah langkah cerdas yang disarankan.
Membersihkan ponsel, pegangan koper, hingga botol minum juga penting, terutama jika kamu tinggal dengan orang berisiko tinggi seperti lansia, anak kecil, atau ibu hamil.
Baca Juga: Tren Sehat 2025, Galaxy Sports PIK 2 Jadi Destinasi Olahraga Favorit
Dengan kebiasaan sederhana ini, kamu bisa menikmati perjalanan dengan rasa aman tanpa khawatir membawa pulang kuman yang tidak diundang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






