Dua Insiden per Minggu, FAA Peringatkan Bahaya Baterai Lithium-Ion di Pesawat

AKURAT JAKARTA - Baterai lithium-ion yang kamu bawa setiap hari ternyata bisa menjadi benda berbahaya di pesawat.
Hampir semua penumpang membawa baterai ini, baik dalam bentuk ponsel, laptop, powerbank, maupun rokok elektrik.
Meski aman digunakan sehari-hari, risiko besar muncul ketika baterai mengalami kegagalan fungsi di dalam pesawat.
Baca Juga: Rahasia 6 Makanan yang Bikin Otak Anak Super Cerdas
Tes yang dilakukan oleh Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menunjukkan, kebakaran akibat baterai lithium-ion bisa berakibat fatal.
Data FAA bahkan mencatat, rata-rata dua insiden kebakaran akibat baterai terjadi setiap minggu, baik di pesawat maupun bandara.
Menurut Robert Ochs, Manajer Fire Safety Branch FAA, penyebab utamanya adalah thermal runaway, kondisi ketika baterai memanas hingga struktur internalnya gagal, lalu memicu percikan api, asap, hingga gas beracun.
Baca Juga: Rahasia 6 Makanan yang Bikin Otak Anak Super Cerdas
Dalam sebuah demonstrasi, FAA memanaskan powerbank hingga 300 derajat.
Hasilnya, api langsung menyebar dan sulit dipadamkan.
Karena itulah, FAA merekomendasikan langkah penanganan darurat, seperti menggunakan alat pemadam api halon untuk menghentikan percikan awal, lalu mendinginkan perangkat dengan air.
Baca Juga: Liburan Hemat In this Economy! 10 Tempat Wisata Gratis di Jakarta yang Seru dan Wajib Kamu Coba
Penumpang juga diingatkan agar tidak menyimpan baterai di tempat yang sulit dijangkau, misalnya di kabin atas, karena akan menyulitkan kru saat terjadi kebakaran.
Aturan ketat juga diterapkan oleh beberapa maskapai dan negara.
Korea Selatan melarang penyimpanan powerbank di kabin atas dan penggunaan charger di pesawat, setelah insiden kebakaran Air Busan A321 yang melukai 27 orang.
Baca Juga: 7 Trik Liburan Long Weekend Tetap Hemat Tanpa Kehilangan Keseruan
Southwest Airlines di Amerika Serikat mewajibkan baterai eksternal tetap terlihat jelas saat digunakan, serta melarang pengisian daya di kabin atas.
Menurut Jeff Marootian, Presiden UL Standards and Engagement, kesadaran penumpang sangat penting.
Kamu disarankan menghindari perangkat murah tanpa standar keamanan, karena bisa memiliki cacat tersembunyi yang memicu kebakaran.
Baca Juga: Khasiat Air Rebusan Jagung yang Tak Banyak Orang Tahu
Meski jarang terjadi, peningkatan kasus sejalan dengan banyaknya perangkat elektronik yang dibawa ke pesawat.
Maka, bijaklah membawa perangkat elektronik agar perjalananmu tetap aman. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





