Sosok Suwiryo, “Gubernur” Pertama Jakarta yang Ternyata Bukan Asli Betawi

AKURAT JAKARTA - Suwiryo merupakan salah satu tokoh kemerdekaan bangsa sekaligus gubernur pertama Jakarta yang ternyata bukan asli Betawi, melainkan orang Jawa.
Pada umumnya, warga Jakarta lebih familiar dengan sosok Ali Sadikin dibandingkan Suwiryo yang notabene sebagai gubernur pertamanya.
Suwiryo merupakan gubernur pertama Jakarta setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Bahkan sejak era penjajahan Jepang Suwiryo sudah menjabat gubernur Jakarta. Uniknya adalah ia bukan orang Betawi asli.
Baca Juga: Diperingati Setiap Tanggal 21 April, Bagaimana Latar Belakang Pendidikan Seorang RA Kartini?
Lantas bagaimana latar belakang dari Suwiryo?
Asli Wonogiri
Sebagai sosok gubernur pertama Jakarta, Suwiryo bukanlah orang Betawi asli. Ia lahir di Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah pada 17 Februari 1903.
Suwiryo sendiri pernah sekolah di RHS atau Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta.
Ketika muda, ia aktif dalam perhimpunan Jong Java hingga menjabat ketua umum Partai Nasional Indonesia (PNI).
Baca Juga: Sejarah Singkat Rumah Dinas DKI Jakarta yang akan Direstorasi dengan Anggaran Rp 22 M
Suwiryo juga pernah bekerja di perusahaan milik Belanda, yakni Centraal Kantoor voor de Statistiek.
Karirnya di perusahaan Belanda tersebut tak lama. Ia kemudian bekerja sebagai guru sekolah swasta nasional Perguruan Rakyat.
Suwiryo juga sempat menjadi pemimpin majalah Kemudi. Bahkan di masa pendudukan Jepang, ia sudah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta pada bulan Juli 1945.
Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, ia ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Wali Kota Jakarta pada 29 September 1945.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?
Saat itu, Jakarta bukan berbentuk provinsi, melainkan pemerintah kota dengan pimpinan Wali Kota.
Suwiryo menjabat sebagai Wali Kota Jakarta selama dua tahun, yakni 29 September 1945 hingga 21 Juli 1947.
Program Kerja
Ketika pemerintahan Indonesia pindah ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946, Suwiryo tetap di Jakarta.
Suwiryo tetap tinggal di Jakarta sebagai pemimpin perwakilan RI yang kala itu dalam fase Agresi Militer Belanda.
Baca Juga: Identik dengan Tradisi Lebaran, Bagaimana Sejarah Ketupat yang Selalu ada Saat Idul Fitri?
Selama memimpin Jakarta, ada beberapa program unggulan dari Suwiryo, salah satunya adalah membenahi persoalan tanah.
Suwiryo sebagai pemimpin Jakarta pertama dalam sejarah berusaha membenahi persoalan tanah yang melanggar hukum.
Saat itu Jawatan Pekerjaan Umum diminta membuat Rencana Dasar Kota supaya pemerintah kota bisa mengambil tindakan.
Suwiryo juga mengatur lokasi orang bisa mendirikan rumah, pasar, dan fasilitas umum lainnya.
Itulah sosok Suwiryo, pemimpin Jakarta pertama yang latar belakangnya bukanlah asli Betawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya








