Jakarta

Jangan Asal Percaya Kabar CPNS 2026, Ini yang Bisa Kamu Siapkan Sambil Menunggu

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 Agustus 2026, 18:45 WIB
Jangan Asal Percaya Kabar CPNS 2026, Ini yang Bisa Kamu Siapkan Sambil Menunggu
Jangan asal percaya kabar CPNS 2026.

AKURAT JAKARTA - Kabar mengenai seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 kembali ramai diperbincangkan.

Di tengah masyarakat yang menunggu kepastian jadwal, berbagai informasi mengenai pembukaan pendaftaran mulai bermunculan.

Situasi tersebut membuat calon pelamar perlu lebih berhati-hati.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Meski jadwal seleksi CPNS 2026 belum menjadi kepastian, ada sejumlah persiapan yang bisa dilakukan calon pelamar sejak sekarang.

Salah satunya memastikan kamu sudah memahami sistem pendaftaran dan mengetahui cara membuat akun SSCASN.

Jangan Tunggu Pendaftaran Dibuka untuk Mengenal SSCASN

SSCASN menjadi portal utama yang digunakan dalam proses seleksi aparatur sipil negara.

Melalui sistem tersebut, pelamar nantinya dapat membuat akun, memilih formasi, mengunggah dokumen persyaratan, hingga memantau proses seleksi.

Portal SSCASN dapat diakses melalui sscasn.bkn.go.id.

Baca Juga: Trauma Healing hingga Perpustakaan Keliling Dilakukan agar Anak Korban Gempa NTT Pulih

Karena menjadi pintu masuk utama pendaftaran, calon pelamar sebaiknya mengenali alurnya sejak jauh-jauh hari.

Langkah ini juga dapat mengurangi risiko kesalahan ketika pendaftaran benar-benar dibuka.

Pelamar tidak perlu lagi mencari tahu dari awal saat menghadapi batas waktu pendaftaran.

Siapkan Dokumen Sebelum Membuat Akun

Salah satu hal yang dapat dilakukan calon pelamar adalah menyiapkan dokumen digital yang kemungkinan dibutuhkan dalam proses pembuatan akun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.