Gubernur Pramono Akui Kuota Lapangan Kerja di Jakarta Jauh Lebih Tinggi dari Provinsi Lain, Karenanya Rekrutmen Dibuka untuk Warga Luar Ibu Kota

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa kuota lapangan kerja di Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
"Jadi Jakarta ini memang lapangan kerja dibandingkan dengan provinsi lain pasti jauh lebih tinggi," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Minggu (24/8/2025).
Ia mencontohkan, saat perekrutan petugas pemadam kebakaran (damkar) saja, kouta yang dibuka hanya 1.000 orang, namun jumlah pendaftar mencapai 24.405 orang.
Bahkan, jumlah pendaftar dari luar Jakarta mencapai 40 persen. Untuk itu, ia membuka lapangan kerja bagi siapapun, tak terkecuali bagi warga dari luar Jakarta.
"Sebagian besar 40 persen lebih dari luar Jakarta, itu menunjukkan memang ada harapan masyarakat di luar Jakarta untuk bisa bekerja di Jakarta. Dan itu tidak boleh ditutup, saya tetap akan membuka itu," tuturnya.
Ia menuturkan, alasan membuka rekrutmen untuk warga luar Jakarta karena dulu ia juga yang berasal dari warga kampung, yang juga mengadu nasib di Jakarta.
"Saya aja dulu juga orang kampung mengadu nasib di Jakarta. Sehingga itu tetap dibuka ruang untuk itu," tukasnya.
Politikus PDIP itu mengatakan, yang perlu dilakukan pembenahan adalah siapapun yang mau bekerja di Jakarta harus yang mempunyai kemampuan atau skill.
Baca Juga: 7 Tips Ampuh Pulihkan Nafsu Makan Secara Alami
Pramono juga mengungkap job fair yang baru-baru ini digelar. Dua hari digelar, terdapat kurang lebih 2000 pelamar. Dari jumlah tersebut, 50 persen lebih bisa tersalurkan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga mengungkapkan adanya peluang warga Jakarta untuk bekerja di luar negeri.
"Dan sekali lagi secara sungguh-sungguh untuk mendorong masyarakat di Jakarta yang mempunyai kemampuan dan mau belajar bahasa Jepang, Korea, Cina, Arab kalau mereka mau bekerja di luar, maka pemerintah Jakarta akan memberikan support, dan kami lakukan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









