Atasi Polusi dan Kemacetan, DPRD DKI Usul Pembatasan Kepemilikan Kendaraan Pribadi

AKURAT.CO - Berbagai cara dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi masalah polusi udara.
Salah satunya pemberlakuan ganjil genap kendaraan yang melintas di jalan protokol ibu kota.
Namun kebijakan tersebut belum terbukti efektif mengurangi masalah polusi. Kualitas udara di ibu kota masih terus memburuk.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, mengusulkan agar pemprov membatasi kepemilikan kendaraan pribadi.
Saat ini, kata politisi PSI tersebut, umlah kendaraan pribadi di Jakarta sudah terlalu banyak. Sehingga perlu ada pembatasan dan pengendalian.
Baca Juga: Tips Mencegah dan Mengatasi Flexing
"Pengendalian jumlah kendaraan bermotor harus dilakukan, karena sudah jauh melebihi kapasitas jalan yang ada," ujar Justin melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/9/2023).
Berdasarkan data BPS tahun lalu, lanjutbya, jumlah kendaraan bermotor di DKI sudah mencapai 26 juta lebih.
"Pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi harus dilakukan, untuk menekan polusi udara dan juga solusi mengatasi kemacetan," katanya.
Dia menyarankan, agar satu keluarga hanya punya satu kendaraan dengan plat nomornya. Jika sudah ada ganjil, maka tak boleh membeli mobil baru dengan plat genap. Begitupun sebaliknya.
Baca Juga: NOVEL BAG.96 : Kesempatan Hidup Istriku Tinggal Fifty-fifty
"Tidak boleh ada satu keluarga yang miliki kendaraan ganjil dan genap. Jika tidak ada pengendalian maka polusi semakin banyak, kemacetan juga tidak akan berkurang," katanya.
Selain pembatasan kepemilikan kendaraan, Adrian juga mendorong diberlakukan pembatasan usia kendaraan yang beredar di Ibu Kota.
"Kita dorong Pj Gubernur agar mengeluarkan kebijakan permanen. Contohnya membatasi umur kendaraan," usulnya.
Justin Adrian yakin, Pj Gubernur bisa melakukan hal tersebut, karena tidak memiliki beban politik, sehingga aman untuk mengambil kebijakan yang tidak populer ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





