Jakarta

Dewan Lebih Setuju ASN DKI Beralih ke Transportasi Publik Dibanding Kendaraan Listrik

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 21 Agustus 2023, 11:09 WIB
Dewan Lebih Setuju ASN DKI Beralih ke Transportasi Publik Dibanding Kendaraan Listrik

AKURAT.CO - Sekertaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli menilai bahwa ASN Pemprov DKI Jakarta lebih baik beralih ke transportasi publik dari pada beralih menggunakan kendaraan listrik.

Sebab, menurutnya, peralihan ke kendaraan listrik hanya sedikit mengatasi polusi udara maupun kemacetan.

"Berapa persen penurunan kadar gas karbon di udara Jakarta kalau semua ASN DKI pakai mobil listrik? Akan kecil sekali. Dan juga tidak mengurangi kemacetan," kata Taufik saat dikonfirmasi, Senin (21/08).

Baca Juga: Tekan Polusi Udara, DLH Jakarta Larang Pegawai Bawa Kendaaran Berbahan Bakar Minyak Tiap Rabu

Sambungnya, peralihan ini juga akan menambah pengeluaran, terutama jika menggunakan anggaran daerah.

"Juga menambah pengeluaran mereka untuk beli mobil listrik yang harganya sekarang masih mahal. Kalau pakai dana Pemda DKI berarti akan menambah beban APBD. Atau ada bisnis dibalik itu ya?" terangnya.

Maka dari itu, Taufik menilai lebih baik ASN Pemprov DKI diwajibkan menggunakan transportasi publik.

Baca Juga: Hadiri Silaturahmi dan Pengukuhan Jaringan Pemenangan Golkar di Tanjung Duren, Bang Zaki: Ini Langkah Taktis

Selain itu, ia pun menyarankan agar ASN Pemprov DKI aktif berjalan kaki dan bersepeda.

"ASN diwajibkan pakai transportasi publik saja. Transjakarta, angkot Jaklingko, MRT, LRT. Ditambah lagi dengan menghidupkan jalur sepeda dan pedestrian untuk pejalan kaki," ujar Taufik.

Lanjut Taufik, untuk memaksimalkan peralihan tersebut, maka perlu perbaikan dan penambaban armada transportasi publik.

Baca Juga: Besok Uji Coba WFH, Heru Budi Ultimatum ASN yang Keluar Rumah Saat Jam Kerja

"Sambil semua moda transportasi publik nya diperbaiki. Perbanyak bus-bus TransJakarta dan angkot-angkot JakLingko," paparnya.

"Perbagus bus dan angkot tersebut dan ganti BBM nya dengan tenaga listrik. Rute-rute transportasi publik juga harus ditambah," lanjut Taufik.

Anggota Komisi B itu menambahkan, tidak hanya bagi ASN Pemprov DKI, ajakan untuk beralih ke transportasi publik juga harus digalakkan ke masyarakat.

"Intinya, pull strategy yakni tarik warga untuk menggunakan transportasi publik. Terus push strategy yakni dorong warga untuk meninggalkan kendaraan pribadi," tegasnya.

Selain itu, kata Taufik, untuk menekan polusi juga perlu digalakkan uji emisi bagi seluruh kendaraan di ibu kota.

"Uji emisi seluruh kendaraan di Jakarta. Yang tidak lolos uji diberi sanksi tegas tidak boleh jalan," ujar Taufik.

Taufik pun menegaskan, dalam menangani polusi udara perlu kerja sama dengan daerah penyangga ibu kota.

"Jangan lupa, polusi udara juga banyak berasal dari buangan pabrik-pabruk sekitar Jakarta (Bodetabek). Kerjasama dengan pemerintah daerah sekitar Jakarta untuk membersihkan polusi udara sangat perlu dilakukan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.