Dewan Lebih Setuju ASN DKI Beralih ke Transportasi Publik Dibanding Kendaraan Listrik

AKURAT.CO - Sekertaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli menilai bahwa ASN Pemprov DKI Jakarta lebih baik beralih ke transportasi publik dari pada beralih menggunakan kendaraan listrik.
Sebab, menurutnya, peralihan ke kendaraan listrik hanya sedikit mengatasi polusi udara maupun kemacetan.
"Berapa persen penurunan kadar gas karbon di udara Jakarta kalau semua ASN DKI pakai mobil listrik? Akan kecil sekali. Dan juga tidak mengurangi kemacetan," kata Taufik saat dikonfirmasi, Senin (21/08).
Baca Juga: Tekan Polusi Udara, DLH Jakarta Larang Pegawai Bawa Kendaaran Berbahan Bakar Minyak Tiap Rabu
Sambungnya, peralihan ini juga akan menambah pengeluaran, terutama jika menggunakan anggaran daerah.
"Juga menambah pengeluaran mereka untuk beli mobil listrik yang harganya sekarang masih mahal. Kalau pakai dana Pemda DKI berarti akan menambah beban APBD. Atau ada bisnis dibalik itu ya?" terangnya.
Maka dari itu, Taufik menilai lebih baik ASN Pemprov DKI diwajibkan menggunakan transportasi publik.
Selain itu, ia pun menyarankan agar ASN Pemprov DKI aktif berjalan kaki dan bersepeda.
"ASN diwajibkan pakai transportasi publik saja. Transjakarta, angkot Jaklingko, MRT, LRT. Ditambah lagi dengan menghidupkan jalur sepeda dan pedestrian untuk pejalan kaki," ujar Taufik.
Lanjut Taufik, untuk memaksimalkan peralihan tersebut, maka perlu perbaikan dan penambaban armada transportasi publik.
Baca Juga: Besok Uji Coba WFH, Heru Budi Ultimatum ASN yang Keluar Rumah Saat Jam Kerja
"Sambil semua moda transportasi publik nya diperbaiki. Perbanyak bus-bus TransJakarta dan angkot-angkot JakLingko," paparnya.
"Perbagus bus dan angkot tersebut dan ganti BBM nya dengan tenaga listrik. Rute-rute transportasi publik juga harus ditambah," lanjut Taufik.
Anggota Komisi B itu menambahkan, tidak hanya bagi ASN Pemprov DKI, ajakan untuk beralih ke transportasi publik juga harus digalakkan ke masyarakat.
"Intinya, pull strategy yakni tarik warga untuk menggunakan transportasi publik. Terus push strategy yakni dorong warga untuk meninggalkan kendaraan pribadi," tegasnya.
Selain itu, kata Taufik, untuk menekan polusi juga perlu digalakkan uji emisi bagi seluruh kendaraan di ibu kota.
"Uji emisi seluruh kendaraan di Jakarta. Yang tidak lolos uji diberi sanksi tegas tidak boleh jalan," ujar Taufik.
Taufik pun menegaskan, dalam menangani polusi udara perlu kerja sama dengan daerah penyangga ibu kota.
"Jangan lupa, polusi udara juga banyak berasal dari buangan pabrik-pabruk sekitar Jakarta (Bodetabek). Kerjasama dengan pemerintah daerah sekitar Jakarta untuk membersihkan polusi udara sangat perlu dilakukan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







