Akses Jalan ke RDF Rorotan Dinilai Terlalu Sempit, Legislator Golkar Judistira Minta Percepat Pembebasan Lahan

AKURAT JAKARTA – Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyoroti kondisi infrastruktur pendukung fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, khususnya akses jalan menuju lokasi pengolahan sampah tersebut.
Judistira mengatakan, pelebaran akses menuju RDF Rorotan perlu segera dilakukan. Menurutnya, kondisi jalan yang terbatas berpotensi menghambat mobilitas kendaraan pengangkut sampah.
Hal itu disampaikan Judistira dalam Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta terkait Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, kondisi tersebut terlihat saat dirinya bersama Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan ke RDF Rorotan.
"Kita melihat ya pada saat kunjungan itu ke sana, itu kan jalurnya sangat-sangat terbatas. Dua truk kecil aja gitu Pak Asnan, itu sudah berpotensi ada gesekan-gesekan," kata Judistira.
Judistira menilai kesiapan RDF Rorotan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknologi pengolahan sampah. Infrastruktur yang menunjang operasional, terutama akses kendaraan, juga harus dipastikan siap.
Ia menyebut saat ini sudah terdapat sejumlah lahan yang telah dibebaskan untuk mendukung akses menuju RDF Rorotan. Namun, masih terdapat beberapa titik lahan yang prosesnya belum terselesaikan.
"Kelihatannya memang sudah ada pembebasan lahan di situ, ada beberapa lahan di situ, tapi kelihatannya ada spot-spot yang belum terselesaikan," ujarnya.
Karena itu, Judistira meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah itu berharap pembahasan dan penganggarannya sudah mulai dilakukan melalui APBD Perubahan.
Menurutnya, percepatan infrastruktur menjadi penting agar RDF Rorotan yang ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan hingga 2.400 ton sampah per hari dapat beroperasi secara optimal.
"RDF Rorotannya siap, menyelesaikan permasalahan sampah 2.400 ton, kemudian infrastruktur yang menunjang pun juga sudah siap di sana," tutur Judistira.
Sebelumnya, Judistira menyebut satu dari tiga line di RDF Rorotan saat ini sudah mampu mengolah sekitar 800 ton sampah.
Dengan demikian, kesiapan akses menuju fasilitas tersebut dinilai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengolahan sampah.
Ia berharap Dinas Bina Marga tidak hanya menunggu persoalan tersebut selesai, tetapi mulai mengerjakan percepatan pembangunan akses sejak tahap penganggaran.
"Mudah-mudahan di dalam anggaran perubahan ini juga sudah mulai dikerjakan oleh Dinas Bina Marga," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






