Legislator Golkar Farah Savira Soroti Guru Ngaji di Jakarta yang Tak Dapat Insentif Gegara SIOP TPQ/TKQ Belum Diperbarui, Begini Katanya!

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti persoalan sejumlah guru ngaji di Jakarta yang belum mendapatkan insentif.
Hal tersebut lantaran lembaga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) atau Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKQ) tempat mereka bernaung belum memperbarui Surat Izin Operasional Pendidikan (SIOP).
Persoalan tersebut ditemukan Farah saat melakukan reses dan berdialog dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
Ia menyebut terdapat sejumlah guru ngaji yang hanya menerima insentif secara sukarela dari masyarakat karena terkendala administrasi lembaga.
"Beberapa guru ngaji itu yang terdaftar di TPQ atau TKQ-nya ini belum perpanjang SIOP-nya. Jadi kemarin saya sempat ngobrol sama Kepala Pokja TPQ TKQ di Jakarta Selatan," kata Farah dalam Rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Farah, berdasarkan informasi yang diterimanya, pembaruan SIOP menjadi salah satu persyaratan dari Kanwil Kementerian Agama agar TPQ dan TKQ dapat menjalankan kegiatan operasionalnya.
Ia pun meminta Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Pemprov DKI Jakarta ikut membantu mempercepat proses pembaruan administrasi tersebut.
"Nah ini barangkali bisa menjadi dorongan juga dari Biro Dikmental agar bisa membantu percepatan," ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Heerenveen vs Twente di Eredivisie, 9 Agustus 2026: Duel Sengit di Laga Pembuka
Farah menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani agar guru ngaji yang sebenarnya berhak menerima bantuan tidak terhambat hanya karena persoalan administrasi lembaga tempat mereka mengajar.
Ia juga mendorong Pemprov DKI melakukan evaluasi sekaligus pendataan ulang terhadap jumlah guru ngaji di Jakarta. Pendataan itu, kata dia, perlu mencakup afiliasi para guru ngaji dengan masing-masing TPQ atau TKQ.
"Jadi sekalian kita evaluasi berapa banyak ini jumlah guru ngaji yang sebenarnya ada di DKI Jakarta, sekalian kita lihat mereka afiliasi ke TKQ atau TPQ-nya di mana," tutur Farah.
Menurut Anggota Komisi E itu, pendataan yang lebih rapi akan membantu pemerintah memastikan program bantuan benar-benar diterima oleh penerima manfaat.
Sebab, ia khawatir anggaran yang telah disiapkan pemerintah justru tidak tersalurkan hingga ke tingkat bawah karena persoalan kelembagaan.
"Jadi biar terdata, terorganisir, dan jangan sampai yang sebetulnya kita sudah siapkan dananya tapi nggak nyampe ke bawah karena tadi mereka tidak terhimpun dengan baik," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






