Jakarta

​SDN 15 Srengseng Sawah Diteror Bom saat MPLS, Legislator Golkar Farah Savira Khawatirkan Trauma Siswa

Laode Akbar | 16 Juli 2026, 16:37 WIB
​SDN 15 Srengseng Sawah Diteror Bom saat MPLS, Legislator Golkar Farah Savira Khawatirkan Trauma Siswa
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti ancaman bom yang menyasar SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurutnya, teror terhadap lingkungan sekolah, terlebih saat siswa baru memulai tahun ajaran, berpotensi meninggalkan trauma bagi anak-anak.

Farah mengaku terkejut karena sasaran ancaman tersebut merupakan sekolah dasar yang pada hari itu dipenuhi siswa baru.

Baca Juga: Perubahan Perda Pajak, Legislator Golkar Syafi Fabio Dorong Pemprov Susun Roadmap Reformasi Pendapatan Daerah

"Saya sangat kaget ya bahwa kok ada seseorang yang melakukan aksi teror dengan target itu sekolah dasar. Hari ini kan hari pertama sekolah, pasti meninggalkan trauma kepada anak-anak SD usia-usia 7 tahun tersebut yang baru saja masuk bangku usia sekolah," kata Farah kepada Akurat Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah mengamankan terduga pelaku pada hari yang sama.

Meski demikian, Farah meminta pemerintah dan aparat keamanan memperkuat langkah pencegahan agar ancaman serupa tidak kembali terjadi.

"Alhamdulillah memang per sore ini sudah ditangkap terduga pelaku. Ke depan perlu menyiasati secara intelligence potensi-potensi ancaman teror ini," ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD DKI itu mengingatkan bahwa ancaman terhadap sekolah bukan pertama kali terjadi. Ia khawatir berbagai kasus teror di luar negeri yang banyak beredar di media sosial dapat memengaruhi pelaku untuk meniru aksi serupa di Indonesia.

"Saya khawatir ini adalah bukti bahwa influence atau pengaruh dari media sosial ataupun kasus-kasus teror di sekolah di luar negeri menjadi inspirasi maupun sumber. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang," tuturnya.

Selain memperkuat deteksi dini, Farah juga meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyampaikan surat edaran kepada seluruh sekolah agar guru dan tenaga kependidikan memahami prosedur penanganan apabila menerima ancaman.

"Kami menghimbau agar diberikan surat himbauan kepada seluruh guru dan staf sekolah, baik SD sampai SMA-SMK di seluruh DKI agar bisa tahu prosedur yang harus dilakukan seperti apa," katanya.

Tak kalah penting, ia menilai pendampingan psikologis perlu diberikan kepada siswa yang sempat terdampak agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

"Pastikan juga anak-anak kita didampingi oleh para psikolog agar bisa memastikan mereka tidak trauma atau bisa healing dari trauma yang ada. Semoga tidak menjadi masalah apa-apa karena alhamdulillah aksi teror tersebut dalam bentuk WhatsApp. Tapi kita tidak membedakan bentuk-bentuk aksi teror, yang penting tahu mitigasinya dan tahu bagaimana pemulihan, khususnya untuk anak-anak," ujar Farah.

Sebelumnya, SDN 15 Srengseng Sawah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada hari pertama MPLS, Senin (13/7/2026).

Kepolisian langsung melakukan sterilisasi di area sekolah dan memastikan tidak ditemukan bahan peledak.

Polda Metro Jaya kemudian mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MY yang kini masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif di balik aksi teror tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y