Jakarta

Legislator Golkar Farah Savira Dorong Setu Babakan Jadi Pusat Aktivitas Seni dan Budaya Jakarta

Laode Akbar | 3 Juli 2026, 08:37 WIB
Legislator Golkar Farah Savira Dorong Setu Babakan Jadi Pusat Aktivitas Seni dan Budaya Jakarta
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengembangan kawasan Setu Babakan sebagai pusat kebudayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya komunitas seni dan budaya.

Menurutnya, pengembangan kebudayaan sebaiknya difokuskan pada optimalisasi fasilitas yang telah dimiliki pemerintah di berbagai wilayah.

"Pengembangan kebudayaan kita fokus kepada wilayah-wilayah atau sarana dan prasarana yang selama ini sudah ada. Salah satunya di dapil kami di Setu Babakan," kata Farah kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono Dorong Jakarta World Folkfest 2026 Jadi Agenda Internasional untuk Perkuat Status Kota Global

Farah mengungkapkan, Dinas Kebudayaan menyampaikan perkembangan penataan Setu Babakan agar dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan kebudayaan yang lebih aktif.

Ia berharap kawasan yang dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Betawi itu dapat dimanfaatkan secara luas oleh sanggar seni maupun komunitas budaya untuk menggelar berbagai kegiatan.

"Tadi ada progres terkait bagaimana tempat tersebut bisa menjadi pusat kebudayaan. Sanggar-sanggar boleh ke sana, begitu juga dengan pusat-pusat seni budaya di berbagai wilayah di DKI itu sudah terbuka untuk digunakan masyarakat, khususnya komunitas sanggar pelaku seni," ujarnya.

Meski demikian, Anggota Komisi E DPRD DKI itu mengakui pengembangan sejumlah fasilitas kebudayaan saat ini masih menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Karena itu, menurutnya, Pemprov DKI perlu memprioritaskan pemberdayaan dan optimalisasi aset budaya yang sudah tersedia.

"Memang terhambat oleh efisiensi, jadi ke depan yang difokuskan adalah pemberdayaan dan pengembangan fasilitas yang sudah ada," tuturnya.

Farah berharap pusat-pusat seni dan budaya milik Pemprov DKI tidak hanya menjadi aset pemerintah, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang mudah diakses masyarakat.

Dengan demikian, pelestarian budaya sekaligus pembinaan komunitas seni di Jakarta dapat terus berjalan secara berkelanjutan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y