Jakarta

Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru pada 2027, Komisi D DPRD Dorong Pemerataan di Lima Wilayah Jakarta

Laode Akbar | 1 Juli 2026, 22:18 WIB
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru pada 2027, Komisi D DPRD Dorong Pemerataan di Lima Wilayah Jakarta
Ilustrasi - Rusunawa di Jakarta

AKURAT JAKARTA – Komisi D DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pembangunan 11 rumah susun (rusun) pada 2027 secara merata di lima wilayah kota.

Langkah itu dinilai penting untuk menjawab tingginya kebutuhan hunian layak di tengah keterbatasan lahan di Ibu Kota.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan Jakarta membutuhkan lebih banyak hunian vertikal, baik berupa rusun bersubsidi maupun rumah murah yang dapat dimiliki masyarakat.

Baca Juga: Belanda Disingkirkan Maroko, Van Dijk Heran Tiga Eksekutor Penalti Gagal

"Yang diperlukan sekarang itu rusun subsidi sama rumah murah yang bisa dimiliki, yang terjangkau. Karena sekarang sudah tidak mungkin untuk rumah tapak ya, semua rata-rata rumah-rumah vertikal," kata Yuke kepada wartawan dikutip, Rabu (1/7/2026).

Ia menyambut baik rencana Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang akan membangun sejumlah rusun.

Namun, hingga kini Komisi D belum memperoleh informasi rinci mengenai jumlah maupun lokasi rusun baru yang direncanakan dibangun pada 2027.

"Saya menyambut baik kalau memang Pak Gubernur sudah merencanakan seperti itu akan membangun beberapa rusun. Tapi yang jelas berapa rusun yang memang sudah direncanakan, apalagi yang akan di 2027, memang kami belum mendapat informasinya karena kan yang jelas anggaran terbatas," ujarnya.

Menurut Yuke, pembangunan rusun baru kemungkinan akan memanfaatkan aset milik Pemprov DKI Jakarta maupun lahan yang telah dikelola Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).

Politikus PDIP itu juga menyinggung peluang penggunaan skema pendanaan di luar APBD, termasuk konsep pembangunan terpadu atau mixed-use.

"Waktu itu sempat ada rencana mixed-use, misalnya pasar di atasnya rusun, kemudian GOR di atasnya rusun. Nah, ini kami memang belum mendapat informasi seperti apa kalau memang skemanya di luar APBD," ucapnya.

Lebih lanjut, Yuke menegaskan Komisi D mendorong pemerataan pembangunan rusun di seluruh wilayah Jakarta. Menurutnya, kebutuhan hunian vertikal masih tinggi, terutama di wilayah yang jumlah rusunnya masih terbatas.

"Komisi D memang sangat-sangat mendorong kebutuhan rusun di lima wilayah khususnya, karena ini harus pemerataan. Misalnya di Jakarta Selatan baru ada dua, kemudian di Jakarta Barat juga masih sangat perlu rusun," kata Yuke.

"Di Jakarta Timur memang banyak, tetapi kebutuhannya juga cukup besar. Di Jakarta Utara juga banyak, tetapi kelayakannya tetap harus dicek semuanya," sambungnya.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyetujui rencana pembangunan 11 rumah susun (rusun) baru pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan di ibu kota.

Menurut Pramono, keputusan pembangunan rusun tersebut telah disepakati dalam pembahasan anggaran untuk tahun depan.

Kehadiran hunian vertikal dinilai menjadi solusi yang paling realistis untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal warga Jakarta.

"Tadi kebetulan kami rapat mengenai anggaran. Dalam rapat anggaran saya sudah menyetujui untuk tahun depan ini kita bangun 11 rusun baru yang besar untuk memberikan kemudahan secara terbuka dan transparan bagi siapa pun untuk memilikinya ataupun menyewanya," ujar Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (24/6/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y