Jakarta

Dinas PPKUKM DKI Jakarta Tegaskan Ketersediaan Bahan Pokok Mencukupi hingga Idul Fitri 2026, Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Konflik Global

Laode Akbar | 2 Maret 2026, 15:14 WIB
Dinas PPKUKM DKI Jakarta Tegaskan Ketersediaan Bahan Pokok Mencukupi hingga Idul Fitri 2026, Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Konflik Global
Ilustrasi - Stok beras dipastikan aman hingga Idul Fitri 2026

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok di ibu kota tetap aman dan mencukupi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kepastian ini disampaikan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada pasokan dan harga komoditas internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, memastikan bahwa seluruh komoditas strategis berada dalam kondisi cukup dengan cadangan memadai.

Baca Juga: Perang AS dan Israel vs Iran Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, Gubernur Pramono Pastikan Stok di Jakarta Aman Jelang Idul Fitri 2026

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS–Israel dan Iran," ujar Elisabeth dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Pemprov DKI telah melakukan proyeksi kebutuhan secara detail untuk menghadapi lonjakan konsumsi pada Ramadan hingga Idulfitri.

Beberapa komoditas diperkirakan mengalami peningkatan permintaan, seperti:

  • Telur ayam meningkat sekitar 7,5 persen pada awal Ramadan dan lebih dari 17 persen menjelang Idul Fitri.

  • Daging sapi/kerbau serta bawang putih naik sekitar 3,5 persen.

  • Daging ayam dan bawang merah diperkirakan meningkat lebih dari 10 persen pada periode Lebaran.

Baca Juga: Inna Lillahi.... Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno Meninggal Dunia Pagi Ini

Meski demikian, stok pangan strategis disebutkan sangat mencukupi. Stok beras tercatat lebih dari 100 ribu ton untuk Ramadan, jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton.

Menjelang Idulfitri, stok bahkan meningkat menjadi 136 ribu ton, melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton.

"Daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi," jelas Elisabeth.

Untuk mencegah gejolak harga akibat konflik global, Pemprov DKI melakukan serangkaian langkah antisipatif.

Koordinasi diperkuat bersama BUMD pangan, distributor besar, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan stok di pasar tradisional maupun ritel modern.

Baca Juga: Perang Iran vs Israel: 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Masih Tertahan di Arab Saudi, Dampak Maskapai Batalkan Penerbangan

Selain itu, monitoring harga di lapangan akan diintensifkan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, intervensi segera dilakukan, mulai dari operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi suplai dari BUMD.

Elisabeth juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan menghindari perilaku panic buying. Ia menegaskan bahwa pasokan bahan pokok hingga Idulfitri dipastikan aman.

"Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman," pungkas Elisabeth. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.